.

Tampilkan postingan dengan label @S08-Rizik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @S08-Rizik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 November 2020

Polusi Udara

 

Polusi Udara

 


Oleh : Rizik Ibnu Thoriq (@S08-Rizik)

                             

ABSTRAK

Permasalahan lingkungan menjadi sebuah isu yang terus bergema beberapa tahun belakangan. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya dampak negatif yang muncul dari kerusakan lingkungan. Kemajuan teknologi juga menjadikan udara terus menerus mengalami pencemaran yang kita kenal dengan istilah polusi udara. Polusi udara merupakan salah satu penyebab kerusakan lingkungan dan dampaknya juga mengarah ke kesehatan manusia. Polusi udara diyakini memberikan sumbangan yang tidak sedikit terhadap meningkatnya kejadian penyakit yang berkaitan dengan pernafasan, terutama di kota besar. Polusi udara di perkotaan disebabkan oleh industri dan asap kendaraan bermotor yang jumlahnya semakin hari semakin bertambah.

Kata kunci : penyebab, dampak dan cara mengatasi

PENDAHULUAN

     Polusi  udara atau pencemaran udara merupakan peristiwa masuknya, atau tercampurnya, polutan (unsur-unsur berbahaya) ke dalam lapisan udara (atmosfer) yang bisa mengakibatkan menurunnya kualitas udara (lingkungan). pencemaran udara bisa terjadi dimana saja, baik di dalam ruangan seperti rumah, kantor atau ruangan tertutup, maupun di luar ruangan seperti di perkotaan, jalan raya dan lain sebagainya. Biasanya polutan yang mencemari udara berupa gas dan asap. Polusi tersebut bisa berasal dari hasil proses pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna, asap dari cerobong asap pabrik, pembangkit listrik hingga asap kendaraan bermotor. Polutan yang berupa gas dan asap tersebut ialah hasil oksidasi dari berbagai unsur penyusun bahan bakar, yaitu: CO2 (karbondioksida), CO (karbonmonoksida), SOx (belerang oksida) dan NOx (nitrogen oksida). Polusi udara dapat merusak kualitas udara itu sendiri dan disebabkan oleh beberapa sumber, baik sumber hidup maupun sumber tidak hidup.

     Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1407 tahun 2002 tentang Pedoman Pengendalian Dampak Pencemaran Udara, yang dimaksud dengan pencemaran udara ialah penurunan mutu udara sampai pada tingkat tertentu sehingga menyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi fungsi akibat masuknya atau dimasikkannya zat, energi, dari komponen lain ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia.

PERMASALAHAN

     Polusi udara akan mempengaruhi saluran pernapasan manusia dan juga hewan. Sehingga dapat menyebabkan berbagai keluhan, seperti penyakit paru-paru dan penyakit pernapasan saluran atas. Sementara itu, tidak hanya sistem pernapasan yang terganggu. Pada manusia yang menghirup zat karbon monoksida, kerja hemoglobin akan terganggu. Akibatnya, oksigen tidak akan beredar di dalam tubuh secara lancar. Kondisi ini dapat menyebabkan kematian karena keracunan CO. Data dari WHO mencatat, ada sekitar 3,2 juta kasus kematian karena polusi udara di dunia.

     Sementara itu, data terbaru dari WHO menyebutkan bahwa jumlah kematian karena polusi udara meningkat menjadi 7 juta orang per tahunnya. Hal ini dikarenakan ada lebih dari 90% orang di bumi menghirup udara dengan tingkat polutan yang cukup tinggi. Kebanyakan kasus kematian karena polusi udara ini terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

PEMBAHASAN

Penyebab Polusi Udara

Terjadinya polusi atau pencemaran udara dapat diakibatkan oleh dua faktor, diantaranya adalah:

1. Faktor Alam

Contoh :

  • Bau yang tidak sedap akibat adanya proses pembusukan sampah organik.
  • Debu dan Abu yang beterbangan di udara akibat tertiup angin.
  • Abu yang dikeluarkan akibat terjadinya letusan gunung berapi gas-gas vulkanik.

2. Faktor Manusia

Contoh :

  • Hasil dari pembakaran kendaraan bermotor.
  • Pembakaran sampah rumah tangga
  • Kebakaran hutan baik disengaja maupun tidak sengaja
  • Sisa pembuangan dari kegiatan pabrik industri yang memakai bahan kimia organik dan anorganik yang berdampak negatif pada kondisi udara.

Dampak Dari Polusi Udara

     Terdapat banyak sekali dampak dari adanya polusi udara. Polusi udara dapat menyerang berbagai sendi kehidupan manusia dan alam. Berikut beberapa dampak yang diakibatkan dari pencemaran udara, yaitu :

1. Dampak Kesehatan

     Polusi udara sangat mudah sekali menyebabkan datangnya berbagai penyakit, terutama yang berhubungan dengan paru- paru. Hal ini karena udara merupakan satu- satunya sarana kita untuk bernafas, yang diambil dari hidung dan kemudian ke paru- paru. Hal ini tentu saja akan otomatis berpengaruh pada organ yag bertanggung jawab terhadap pernafasan, yaitu paru- paru.

2. Penipisan Lapisan Ozon

     Penipisan lapisan ozon merupakan sala satu dampak negatif dari polusi udara terhadap lingkungan alam. Akibat dari penipisan lapisan ozon ini perlindungan bumi dari radiasi sinar ultraviolet yang dipancarkan sinar matahari akan menurun dan berbahaya bagi kehidupan. Maka dari itu, semakin banyak polusi dan pencemaran udara semakin besar pola potensi berlubangnya lapisan ozon.

3. Pemanasan Global

     Efek selanjutnya dari polusi udara adalah terjadinya pemanasan global dimana kadar CO2 yang tinggi di lapisan atmosfer sehingga menghalangi pantulan panas dari bumi ke atmosfer mengakibatkan permukaan bumi menjadi lebih panas. Efek rumah kaca ini mempengaruhi terjadinya kenaikan suhu udara di bumi (pemanasan global).

4. Menggangu Pertumbuhan Tanaman

     Polusi udara juga akan mengganggu pertumbuhan tanaman. Jadi makhluk hidup yang menrasakan dampak dari polusi udara tidak hanya manusia dan binatang saja, bahkan tumbuhan pun merasakan akibatnya. Tanaman yang hidup di lingkungan yang tingkat pencemarannya lebih tinggi akan mengalami beberapa macam penyakit. Contoh penyakit yang bisa menyerang tanaman ketika dalam lingkungan udara yang berpolusi adalah klorosis, nekrosis, dan juga bintik hitam.

Cara Mengatasi Polusi Udara

     Mengingat pencemaran udara sangat mengganggu dan dapat menyebabkan banyak dampak negatif, tentunya penanggulangan harus dilakukan. Berikut beberapa solusi pencegahan atau penanggulangan yang biasa dilakukan untuk mengurangi polusi udara, khususnya di wilayah perkotaan yang padat.

  • Melakukan reboisasi dan penghijauan di area perkotaan, seperti membangun ruang terbuka hijau dan hutan kota.
  • Melakukan gaya hidup hemat energi untuk mengurangi kesempatan menyumbang polusi udara. Misalnya dengan mematikan lampu, kipas angin, dan AC ketika akan keluar ruangan. Cara sederhana semacam ini bisa mengurangi efek polusi udara, apalagi jika dilakukan secara massal. Karena tentu saja, penggunaan listrik yang boros akan menyebabkan penggunaan bahan bakar yang lebih boros juga.
  • Mulai mengalihkan pola pikir untuk menggunakan transportasi umum daripada transportasi pribadi. Hal ini dapat mengurangi polusi udara yang diakibatkan kendaraan bermotor. Jika dilakukan di perkotaan yang padat, maka juga akan mengurangi efek macet di jalan raya. Karena kemacetan juga merupakan salah satu penyumbang polutan yang banyak di udara.
  • Menggunakan teknologi hemat energi, untuk mengurangi penggunaan energi yang berdampak pada penurunan jumlah polusi udara.

KESIMPULAN

     Polusi atau pencemaran udara merupakan peristiwa masuknya, atau tercampurnya, polutan (unsur-unsur berbahaya) ke dalam lapisan udara (atmosfer) yang bisa mengakibatkan menurunnya kualitas udara (lingkungan). Pencemaran udara bisa terjadi dimana saja, baik di dalam ruangan seperti rumah, kantor atau ruangan tertutup, maupun di luar ruangan seperti di perkotaan, jalan raya dan lain sebagainya.

     Dari pernyataan diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa polusi udara atau pencemaran udara sangat berbahaya bagi manusia, hewan dan tumbuhan. Oleh karena itu, mulai sekarang kita harus mengatasi polusi udara dengan cara mengurangi segala kegiatan yang dapat menimbulkan polusi udara. Salah satu contohnya adalah mengurangi menggunakan kendaraan pribadi, lebih baik menggunakan transportasi umum. Karena dapat mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh asap kendaraan.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/9194281/Makalah_Pencemaran_Udara

https://www.cekkembali.com/polusi-udara/

https://rimbakita.com/polusi-udara/

https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/udara/polusi-udara-penyebab-dampak-dan-upaya-menanggulanginya   

Sabtu, 31 Oktober 2020

Industri Sabun dan Detergen


Industri Sabun dan Detergen

 


Oleh : Rizik Ibnu Thoriq (@S08-Rizik)

ABSTRAK

     Industri sabun memiliki 2 macam industri yaitu industri detergen dan industri sabun. Proses pembuatan sabun dan detergent pada skala industri rumah tangga atau konvensional memang tidak terlalu rumit, namun apabila produksi ini dilakukan pada skala besar atau sekitar beberapa ton perhari tentulah membutuhkan ilmu khusus untuk melakukannya. Hal yang harus dilakukan pada proses pembuatan Sabun dan Detergent adalah persiapan raw material (bahan baku), pengendalian proses, pengendalian alat, dan treatment hasil produksi. Di zaman sekarang ini perkembangan industri sabun sangatlah luas dan bersaing dengan satu sama lain untuk menciptakan produk yang berkualitas, ini dikarenakan canggihnya teknologi. Industri-industri sabun diantaranya ialah PT P&G, PT Unilever, PT KAO Indonesia, PT Megasurya Mas PT Total Chemindo Loka, dan PT Adimulia Sarimas Indonesia.                                                                                    

 Kata kunci :Pengertian, Sejarah, Kegunaan dan manfaat

PENDAHULUAN

     Industri kimia merupakan sebuah industri yang mengembangkan berbagai proses, baik pada sistem dan produk yang dihasilkan agar memiliki mutu yang berkualitas dengan tujuan untuk menghasilkan produk yang bermanfaat dan juga untuk mengharapkan keuntungan secara finansial. Pada industri kimia sendiri juga menggunakan bahan-bahan kimia yang berguna untuk menunjang dan menjaga kualitas produk industri tersebut.

      Di Indonesia terdapat berbagai macam industri dengan berbagai macam aktivitas perindustriannya. Indonesia bukanlah termasuk negara perindustrian di dunia namun di Indonesia terdapat berbagai macam industri yang bergerak di bidangnya, dimulai dari industri rumahan sampai industri besar. Industri di Indonesia terdapat di berbagai macam daerah dan kota-kota besar. Adapun kota besar yang bergerak di industri sabun seperti kerjasama Indonesia dengan negara lain seperti PT Kao Indonesia, dimana produk yang dihasilkan yaitu sabun dan detergen. Selain itu juga terdapat PT P&G, PT Unilever dan lain-lain yang juga ikut memproduksi sabun di Indonesia.

PERMASALAHAN

      Sejumlah lotion dan sabun yang kita gunakan bisa menyebabkan iritasi. Sebelum memakainya, cobalah membaca bahan yang terkandung di dalamnya. Tidak heran begitu banyak orang yang bermasalah dengan kulitnya. Ini penting untuk diketahui apa yang anda pakai di kulit anda dan gunakan produk-produk alami dengan bahan alami yang benar bermanfaat buat kulit anda.

     Sedangkan deterjen konvensional terbuat dari berbagai macam senyawa kimia seperti builder, Pewangi buatan, dan yang paling berbahaya adalah surfaktan. Surfaktan merupakan senyawa turunan minyak bumi yang berfungsi untuk menurunkan tegangan pada permukaan air atau membuat lebih permukaan menjadi lebih basah sehingga lebih mungkin untuk berinteraksi dengan minyak juga lemak. Kebanyakan deterjen konvensional menggunakan surfaktan yang berupa phosphat, alkyl benzene sulfonate, Diethanolamines , Alkyl phenoxy. Semua senyawa ini merupakan senyawa yang berasal dari sumber daya yang tidak dapat diperbarui (minyak bumi), beracun, dan berbahaya bagi lingkungan.

PEMBAHASAN  




                                                 

A. PENGERTIAN SABUN DAN DETERGEN

     Sabun adalah bahan (substansi) yang digunakan bersama dengan air untuk mencuci dan membersihkan kotoran; sabun terbuat dari bahan alami (minyak/lemak) dan alkali/basa kuat (sodium hidroksida, NaOH atau potasium hidroksida, KOH).

    Sabun cair dan sabun padat (batang) itu berbeda. Untuk membuat sabun padat digunakan alkali berupa sodium hidroksida (NaOH). sedangkan untuk membuat sabun cair digunakan kalium hidroksida (KOH). Namun, seiring perkembangan jaman, sabun mengalami metamorfosis dalam hal warna dan bentuk sediaan. Sabun juga tersedia dalam bentuk serbuk. Masyarakat mengenalnya dengan deterjen. Deterjen terbuat dari bahan yang disebut dengan surfaktan atau surfactant (surface active agent, bahan aktif permukaan). Surfaktan dipandang lebih praktis jika diterapkan dalam aplikasi pembuatan produk pembersih. Dengan demikian, pengertian sabun menjadi berkembang berdasarkan bahan pembuatannya.

     Deterjen adalah campuran berbagai bahan, yang digunakan untuk membantu pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi. Dibanding dengan sabun, deterjen mempunyai keunggulan antara lain mempunyai daya cuci yang lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air. Detergen merupakan garam Natrium dari asam sulfonat.

     Bahan utama detergent ialah garam natrium yaitu asam organik yang dinamakan asamsulfonik. Asam sulfonik yang digunakan dalam pembuatan detergent merupakan molekul berantai panjang yang mengandungi 12 hingga 18 atom karbon per molekul. Detergent pertama disintesis pada tahun 1940-an, yaitu garam natrium dari alkylhydrogen sulfat. Alkohol berantai panjang dibuat dengan cara penghidrogenan lemak dan minyak. Alkohol berantai panjang ini direaksikan dengan asam sulfat menghasilkan alkilhydrogen sulfat yang kemudian dinetralkan dengan basa.

B. SEJARAH SABUN DAN DETERGEN

     Sabun sendiri sebenarnya tidak pernah ditemukan, tetapi terus dikembangkan dari campuran mentah basa dan lemak. Pada abad pertama, Pliny, sang pencetus menjelaskan proses pembuatan sabun, hingga pada abad ke-13, sabun diproduksi secara industri. Sampai awal abad ke-18, sabun diyakini campuran lemak dan basa secara mekanis; hingga Chevruel, ahli kimia Perancis, menunjukkan bahwa pembuatan sabun sepenuhnya melibatkan reaksi kimia.

     Domeier menemukan bahwa gliserin dapat diperoleh dari proses saponifikasi. Leblanc juga menemukan bahwa natrium karbonat dapat diproduksi dengan harga yang murah dari natrium klorida. Bahan mentah yang semakin menipis pada PD I menyebabkan Jerman mengembangkan “sabun sintetik” atau detergen yang terbuat dari rantai pendek alkil naphtalene sulfonates sebagai wetting agent yang baik. Pada tahun 1920-an dan 1930-an, rantai pendek penyusun detergen dikembangkan menjadi rantai panjang alkohol sulfat dan pada tahun 1950-an dikembangkan menjadi senyawa rantai bercabang. Selama tahun 1960-an, syarat biodegradability menjadi penting untuk diperhatikan sehingga senyawa penyusun detergen kembali ke rantai panjang tidak bercabang karena rantai tidak bercabang dapat dengan mudah diuraikan.

     Deterjen sintetik yang pertama dikembangkan oleh Jerman pada waktu Perang Dunia II  dengan tujuan agar lemak dan minyak dapat digunakan untuk keperluan lainnya. Pada saat ini ada lebih 1000 macam deterjen sintetik yang ada di pasaran. Fritz Gunther, ilmuwan Jerman, biasa disebut sebagai penemu surfactant sintetis dalam deterjen tahun 1916. Namun, baru tahun 1933 deterjen untuk rumah tangga diluncurkan pertama kali di AS. Kelebihan deterjen, mampu lebih efektif membersihkan kotoran meski dalam air yang mengandung mineral. Tapi, ia pun menimbulkan masalah. Sebelum tahun 1965, deterjen menghasilkan limbah busa di sungai dan danau. Ini karena umumnya deterjen mengandung alkylbenzene sulphonate yang sulit terurai.

     Setelah 10 tahun dilakukan penelitian (1965), ditemukan linear alkylbenzene sulphonate (LAS) yang lebih ramah lingkungan. Bakteri dapat cepat menguraikan molekul LAS, sehingga tidak menghasilkan limbah busa. Sepanjang sejarah banyak usaha dilakukan untuk membantu kita mengerjakan pekerjaan mencuci. Pencucian dengan air saja, bahkan dengan penggosokan atau putaran mesin sekeras apapun, akan menghilangkan sebagian bercak saja, kotoran dan partikel-partikel tanah. Air saja tidak dapat menghilangkan debu yang tak larut dalam air. Air juga tak mampu menahan debu yang telah lepas dari kain agar tetap tersuspensi (tetap berada di air, jadi tidak kembali menempel ke kain). Jadi diperlukan bahan yang dapat membantu mengangkat kotoran dari air dan kemudian menahan agar kotoran yang telah terangkat tadi, tetap tersuspensi. Sejak ratusan tahun lalu telah dikenal sabun, yakni persenyawaan antara minyak atau lemak dan basa.

C. KEGUNAAN DAN MANFAAT

     Digunakan dalam produk laundry, sabun toilet, sampo, sabun cuci piring, dan produk pembersih pada rumah tangga. Kegunaan pada industri yaitu bahan pembersih, surfaktan khusus untuk anti kuman di rumah sakit, pengemulsi pada kosmestik, flowing dan wetting agent untuk bahan kimia pertanian, dan digunakan pada proses pengolahan karet. Secara umum, sabun dan detergen digunakan untuk menghilangkan minyak.

     Manfaat dari pengunaan sabun mandi adalah :

     ·         Dapat memberikan sensasi segar dan wangi pada tubuh

     ·         Dapat memutihkan kulit

     ·         Membantu menjaga kelembaban kulit

     Manfaat dari pengunaan detergen adalah :

     ·         Membersihkan noda di karpet

     ·         Alternatif pembersih kamar mandi dan dapur

     ·     Membersihkan dan merontokan lumut


KESIMPULAN

     Industri sabun ialah industri yang menghasilkan produk sabun yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Sabun merupakan produk industri sabun dimana memiliki fungsi sebagai pembersih dan pencuci kotoran seperti tubuh manusia, pakaian, dan lainnya. Industri sabun dibagi menjadi dua macam yaitu indusri detergen dan industri sabun. Bahan pembuatan sabun yaitu asam lemak, NaOH atau KOH, air, zat aditif, gliserin monostearat, dan surfaktan. Dua metode dalam pembuatan sabun yaitu metode batch dan metode kontinu. Empat cara pembuatan sabun di industri yaitu saponifikasi lemak netral, pengeringan sabun, netralisasi asam lemak, dan penyempurnaan sabun. Limbah sabun sangat berdampak pada lingkungan, untuk mengurangi industri sabun mengelola limbah tersebut agar dapat digunakan lagi.

     Pembuatan detergen dan sabun pada skala industri merupakan gabungan dari ilmu-ilmu exact sebegitu rupa, dan memerlukan alat-alat yang perlu pengendalian khusus dan mempunyai spesifikasi tertentu.

 

DAFTAR PUSTAKA

https://4lfonsina.files.wordpress.com/2013/03/soap-and-detergent.docx 

file:///C:/Users/lenovo/Downloads/Paper%20sabun%20-%20Copy.pdf                

https://www.gurupendidikan.co.id/deterjen-adalah/ 

https://adevnatural.com/pengertian-sabun-dan-definisi-sabun-bentuk-dan-jenis-sabun/ 

https://www.kompasiana.com/donipunyablog/54f5f101a33311c1078b4574/apa-saja-manfaat-sabun-mandi

 

Jumat, 09 Oktober 2020

Bahaya Mie Instan Bagi Kesehatan Tubuh

 

Bahaya Mie Instan Bagi Kesehatan Tubuh

 

 Oleh : Rizik Ibnu Thoriq (@S08-Rizik
ABSTRAK

Mie Instan merupakan produk makanan kering yang dibuat dari tepung terigu dengan atau tanpa penambahan bahan makanan lain dan bahan tambahan makanan yang diizinkan berbentuk khas mie. Mie instan dapat digunakan sebagai alternatif pengganti nasi dan banyak disukai mulai dari anak-anak sampai orang tua. Hal tersebut dikarenakan mie instan mudah didapat, murah harganya, mempunyai banyak variasi rasa dan mudah cara penyajiannya. Keadaan kebutuhan masyarakat akan produk makanan mie instan yang besar menyebabkan banyak produsen produk mie instan memproduksi berbagai macam merek dan rasa mie instan. Salah satu merek produk mie instan yang banyak terdapat di pasaran saat ini adalah Mie Instan Indomie. Supaya dapat bersaing di pasar produk mie instan dengan berbagai macam merek dan rasa yang berbeda di tawarkan serta dapat memenangkan persaingan di pasar, maka sebuah merek harus memiliki kekuatan merek. Merek yang kuat dapat diciptakan berdasarkan brand equity atau kinerja suatu merek. Kinerja merek yang tinggi akan menimbulkan loyalitas terhadap merek, dan sebaliknya jika kinerja merek memburuk dan citra merek menjadi negatif maka segala investasi yang telah di tanamkan akan hilang. Bahan utama yang digunakan untuk pembuatan mie instan adalah tepung terigu, sedangkan bahan tambahan lain yang digunakan adalah air alkali, pewarna tartazine yellow, garam, dan minyak goreng. Proses produksi mie instan terdiri dari beberapa tahapan yaitu bahan baku tepung terigu di tuang kedalam corong, penyedotan dengan screw, mixing, penurunan ke feeder, pressing, sheeting, forming cutting, steaming, shaping folding, frying, cooling, pengisian seasoning, packing, kartoning.

Keywords: zat kimia dalam mie instan, efek zat, cara pencegahan

 

PENDAHULUAN

      Dalam kehidupan sehari-hari tubuh kita pasti membutuhkan energi  untuk kita dapat bergerak dan bekerja. Energi tersebut dapat kita peroleh dari berbagai  jenis makanan. Terkadang kita tidak menyadari  bahwa makanan yang kita makan itu tidak semuanya baik untuk tubuh misalnya mie instan. Semua orang pasti kenal dengan makanan cepat saji bernama mie instan. Selain mudah didapatkan, jenis makanan yang satu ini juga memiliki rasa yang enak, tahan lama dan dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat.  Mie Instan merupakan produk makanan kering yang dibuat dari tepung terigu, cara penyajiannya pun sangat sederhana, hanya dengan dimasak dengan air panas dan bumbu-bumbu yang sudah ada dalam kemasanya. Salah satu merek produksi mie instan yang banyak terdapat di pasaran saat ini adalah Indomie. Proses produksi mie instan terdiri dari beberapa tahapan yaitu bahan baku tepung terigu di tuang kedalam corong, penyedotan dengan screw, mixing, penurunan ke feeder, pressing, sheeting, forming cutting, steaming, shaping folding, frying, cooling, pengisian seasoning, packing, kartoning.

     Hanya saja, dibalik sifat praktis dan rasanya yang selalu nikmat ini, mie instan juga memiliki sejumlah resiko. Menurut penelitian, jika terlalu sering mengkomsumsi mie instan dapat menimbulkan resiko penyakit ginjal, usus buntu dan kanker. Pada sejumlah kasus, mengkomsumsi mie instan berlebihan dapat menyebabkan obesitas. Menurut penelitian, di dalam kandungan mie instan terdapat kandungan lilin yang berbahaya untuk kesehatan. Kandungan lilin tersebut sistem kerja pencernaan dalam tubuh, karena baru bisa dicerna oleh tubuh dalam waktu minimal 2 hari. Selain kandungan lilin, di dalam mie instan juga terdapat natrium yang dapat menyebabkan hipertensi dan maag. Hal ini didasari olwh kandungan natrium yang bersifat menetralkan lambung, sehingga mengakibatkan lambung akan mensekreasi asam dalam jumlah yang banyak agar dapat mencerna makanan.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

     Dari pembahasan diatas, mengkomsumsi mie instan mempunyai dua dampak yaitu dampak baik dan dampak buruk. Dampak baiknya adalah mudah dapatkan, mempunyai berbagai varian, rasanya nikmat, mudah menyajikannya dan murah. Sehingga membuat mie instan banyak peminat nya mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Selain itu, mie instan juga memiliki dampak buruk untuk kesehatan. Dampak buruk nya adalah dapat meyebabkan penyakit berbahaya jika sering mengkomsumsi mie instan, yaitu dapat menyebabkan penyakit ginjal, usus buntu, kanker, hipertensi dan maag. Dikarenakan terdapat zat-zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan tubuh kita. Berikut adalah penjelasan bahaya nya mie instan dan cara pencegahannya.

A.  ZAT-ZAT DALAM MIE INSTAN

     Kandungan mie instan dibuat dari tepung, minyak sayur, garam dan beberapa bahan aditif seperti natrium karbonat yang berfungsi sebagai pengatur asam dan natrium polofosfat yang berfungsi sebagai pengemulsi/ penstabil. Bumbu mie instan juga mengandung zat aditif makanan seperti MSG yang berfungsi sebagai penguat rasa. Selain itu juga, mie ditambahkan pewarna kuning (tartrazine).

B.  EFEK DARI ZAT-ZAT MIE INSTAN BAGI KESEHATAN

     Berikkut adalah beberapa penyakit yang disebabkan, akibat kita terlalu sering mengkomsumsi mie instan:

·         Akibat Kanker

Mie instan yang beredar saat ini, ternyata cukup bahaya. Telah diketahui bahwa permukaan mie instan dilapisi dengan lilin sehingga membuat mie tidak lengket satu sama lain. Lilin ini sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh, karena tubuh kita membutuhkan waktu lama untuk mecerna lilin ini, minimal dua hari. Jika zat ini menumpuk dalam tubuh, kemungkinana kita terkena penyakit kanker sangatlah tinggi. Bumbunya pun mengandung banyak zat aditif seperti MSG yang bisa menjadi pemicu kanker dalam tubuh.

·         Kerusakan Jaringan Otak

Mengkomsumsi mie instan secara terus-menerus sama dengan menumpuk zat-zat kimia dalam tubuh dan efeknya bisa merusak sel-sel  jaringan otak. Akibatnya, akan terjadi penurunan sinyal dalam otak.

C.  CARA PENCEGAHAN DARI ZAT-ZAT MIE INSTAN BAGI TUBUH

     Tips makan mie instan untuk meminimalisir zat kimia berbahaya bagi tubuh, berikut ada beberapa tips yang anda bisa ikuti :

1.       Beri Jangka Waktu

Jika anda sudah kecanduan mie instan, sebaiknya beri selang waktu sekitar 3 hari bila ingin memakanya lagi. Hal ini bertujuan untuk memebri waktu untuk tubuh agar bisa mencerna lilin sampai bener-benar habis. Mengkomsumsi mie instan dengan jarak tiga hari sekali juga termasuk langkah awal hidup sehat

2.       Tiriskan dan Bilas Saat Memasak Mie Instan

Tiriskan dan bilas dengan air panas yang baru dahulu mie yang telah matang. Perlakuan ini untuk meminimalisir masuknya zat lilin dalam tubuh. Dan disarankan untuk memasaknya dalam bentuk matang bukan setengah matang. Kinerja organ pencernaan akan lebih berat jika kita mengkomsumsi mie instan dalam keadaan setengah matang. Bahkan sebagian orang yang kondisi pencernaannya sedang kurang baik akan terasa mules dan sering buang air besar jika memkan mie instan dalam kondisi setengah matang.

3.       Jangan Mencampur Bumbu Ketika Dimasak

Ketika memasak mie instan jangan mencampurkan bumbu yang ada di mie instan dalam kondisi memasak. Pada bumbu mie instan juga terdapat kandungan berbahaya jika dimasak dalam suhu yang tinggi. Untuk mengurangi bahayanya, biasanya pencampuran bumbu dilakukan setelah mie ditiriskan dan dituang di atas mangkuk. Hal ini dilakukan untuk mengurangi bahaya dari bumbu mie instan

KESIMPULAN

 
     Mie instan adalah makanan yang merugikan bagi kesehatan tubuh. Kepraktisan dan kemudahan yang dibawa oleh mie instan memang membuat kita menjadi gemar untuk mengkonsumsinya. Tetapi dibalik semua itu, terdapat bahaya besar yang mengancam kesehatan tubuh kita. Menjaga dari sekarang akan lebih baik dari pada mengobati esok hari. Boleh mengkonsumsi mie instan, akan tetapi tidak berlebihan dan tetap mengutamakan menu makanan sehat dan bergizi.

 

Daftar Pustaka

https://digilib.uns.ac.id/dokumen/abstrak/10440/Proses-produksi-mie-instan-di-PT-Tiga-Pilar-Sejahtera-Food-tbk-Sragen-Jawa-Tengah

https://dokumen.tips/documents/artikel-ilmiah-populer-bahaya-mie-instan-bagi-kesehatan.html

http://amelliajulita.blogspot.com/2015/10/karya-ilmiah-mie-instan.html