.

Tampilkan postingan dengan label @X45-Arya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @X45-Arya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 November 2022

Prinsip kimia hijau dan pengetahuannya

 


Disusun oleh : Aryaduta Sulthan Syafiq @X45-Arya

 

ABSTRAK

          Kajian green chemistry umumnya meliputi desain dan pendekatan yang efektif untuk menangkal pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh proses dan produk materi kimia beracun dan berbahaya. Pembelajaran kimia berbasis green chemistry menjadi salah satu sistem yang mampu digunakan selaku pendekatan untuk menangkal pencemaran akhir bahan-materi kimia. Kegiatan praktikum di laboratorium berusaha menggunakan prinsip green chemistry yang mampu dikerjakan dengan upaya menghemat, menetralisir, atau mengganti penggunaan materi-materi kimia beracun dan berbahaya yang dipakai dalam percobaan untuk meminimalisir kadar pencemar dan volume limbah. 

 

Kata kunci : kimia hijau, prinsip green chemistry 

ABSTRACT   

      Green chemistry studies generally include effective concepts and approaches to prevent environmental pollution caused by hazardous and hazardous chemical processes and products. Green chemistry-based learning is one method that can be used as an approach to prevent pollution due to chemicals. Practical activities in the laboratory attempt to use the principle of green chemistry which can be done by reducing, eliminating, or replacing the use of hazardous and hazardous chemicals used in experiments to reduce pollutant levels and the volume of waste.

 

Keywords: green chemistry, principles of green chemistry

       

 PENDAHULUAN

          Menurut EPA (2015), Kimia Hijau (Green Chemistry) ialah rancangan produk dan p

roses kimia yang berupaya menghemat atau menghilangkan penggunaan zat berbahaya. Kimia hijau berlaku untuk seluruh siklus hidup produk kimia, tergolong desain, manufaktur, penggunaan, dan pembuangan simpulan. Kimia Hijau dikenal juga sebagai Kimia Berkelanjutan (Sustainable Chemistry). Dalam hal ini Kimia Hijau merupakan desain dan anutan tentang kimia untuk menyelamatkan lingkungan dari pencemaran.

Kimia hijau berusaha mewujudkan keadaan buatan tetap optimal, insan tetap sehat, dan lingkungan senantiasa bersih dan lestari. 

 

RUMUSAN MASALAH

1. Apa saja prinsip kimia hijau  ?

2. Apa yang dimaksud kimia hijau ?

3. Bagaimana upaya untuk penyelamatan lingkungan ?

 

TUJUAN

1.   Menjelaskan  Prinsip Kimia Hijau

2. Mendefinisikan Kimia Hijau

3. Menjelaskan 12 Prinsip Kimia Hijau

 

PEMBAHASAN

 

kimia hijau (green chemistry), atau yang disebut juga dengan kimia berkelanjutan, adalah konsep serta penerapan kimia dan teknologi yang berinteraksi dengan ilmu lain, seperti fisika, dan biologi. Kimia Hijau adalah penerapan prinsip penghilangan dan pengurangan senyawa berbahaya dalam desain, pembuatan dan aplikasi dari produk kimia. Tujuan utama dari pendekatan kimia hijau adalah menciptakan zat-zat kimia yang lebih baik dan aman. Tujuan penghilangan dampak buruk dilakukan sejak pada tahap perancangan. Pencegahan bahaya pada proses pembuatan zat kimia akan memberikan manfaat bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Aspek Kimia Hijau adalah meminimalisasi zat berbahaya, penggunaan katalis reaksi dan proses kimia, penggunaan reagen yang tidak beracun, penggunaan sumber daya yang dapat diperbaharui, peningkatan efisiensi atom, penggunaan pelarut yang ramah lingkungan dan dapat didaur ulang.

 

Paul Anastas dan John C. Warner kemudian menulis buku Green Chemistry: Theory and Practice yang terbit di tahun 1998. Di buku ini, untuk pertama kali, Anastas dan Warner memperkenalkan 12 Prinsip Kimia Hijau. Buku ini pun memperbesar pengaruh gerakan kimia hijau di dunia. Berikut daftar 12 prinsip Kimia Hijau yang dicetuskan Anastas dan Warner beserta penjelasannya:

1. Mencegah Limbah Seperti pepatah mencegah lebih baik daripada mengobati, prinsip ini menekankan perencanaan yang matang guna mencegah terbentuknya limbah beracun sebelum mulai produksi. Pencegahan terbentuknya limbah beracun akan lebih baik daripada menangani dan membersihkannya.

2. Memaksimalkan nilai ekonomi suatu atom Prinsip ini mendorong efisiensi penggunaan atom dalam menggabungkan bahan-bahan kimia dalam proses sintesis. Tujuannya adalah mengurangi limbah hingga level molekul dengan memaksimalkan jumlah atom dari semua pereaksi dalam proses produksi.

3. Sintesis kimia yang bahayanya sedikit Sebagaimana yang pertama, prinsip ini menyokong penggunaan bahan kimia yang tidak/kurang berbahaya, sejak awal produksi. Diharapkan sintesis bahan kimia tidak berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

4. Mendesain proses yang melibatkan bahan kimia aman Tidak semua bahan kimia aman bisa digunakan untuk berbagai produk dan tujuannya. Oleh karena itu, jika suatu produk memang perlu menggunakan bahan yang memiliki sifat beracun, diharapkan bisa dikurangi selagi tetap menjaga keefisienannya.

5. Menggunakan pelarut dan kondisi reaksi yang lebih aman Selain bahan-bahan dasar dan bahan-bahan pendukung, zat kimia pelarut yang digunakan juga harus aman dan tidak berbahaya. Hal ini agar proses produksi tidak menghasilkan banyak limbah berbahaya.

6. Mendesain efisiensi energi Prinsip ini menekankan keberlanjutan dari produksi sehingga dalam perkembangannya energi yang digunakan atau dikeluarkan harus lebih efisien. Maka itu, reaksi kimia yang dipilih adalah terkecil energinya.

7. Menggunakan bahan baku terbarukan Prinsip ini menekankan penggunaan bahan dasar yang sifatnya tidak susah diproduksi/dicari atau langka. Prinsip ini juga mengedepankan pemakaian bahan produksi yang dapat diperbarui supaya meminimalisir risiko kerusakan lingkungan.

8. Mengurangi bahan turunan kimia Prinsip ini berkaitan lagi dengan efisiensi penggunaan energi, bahan dasar, maupun bahan-bahan kimi pendukung dalam produksi. Tujuannya mencegah limbah berlebih dan berbahaya.

9. Menggunakan katalis untuk efektivitas Katalis adalah zat yang mempercepat atau memperlambat reaksi kimia. Katalis digunakan untuk bisa meminimalkan energi dan meningkatkan efisiensi.

10. Mendesain bahan kimia dan produk yang terdegradasi setelah dipakai Prinsip ini didasari harapan bahwa produk-produk berbahan kimia dirancang untuk bisa mudah terdegradasi menjadi limbah yang tidak berbahaya. Dengan begitu, limbah mudah terurai secara alami.

11. Menganalisis secara langsung untuk mencegah polusi Prinsip ini menegaskan pentingnya Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dilakukan secara langsung dan konprehensif. Tujuannya untuk bisa merancang sistem produksi yang minim bahkan tanpa polusi atau limbah.

12. Mencegah potensi kecelakaan Bahan kimia yang digunakan harus aman dengan risiko kecelakaan minim.

 Jadi, selain harus aman dari dampaknya ke lingkungan, bahan kimia yang pilih juga tidak memiliki risiko kecelakaan besar saat digunakan dalam produksi.

 

 

KESIMPULAN

           Kimia hijau, juga disebut kimia berkelanjutan, membahas desain proses dan produk kimia yang bertujuan untuk meminimalisir atau menghilangkan penggunaan atau pembentukan zat berbahaya. Kimia hijau juga diakui selaku kimia berkelanjutan dan berlaku untuk kimia organik, kimia anorganik, biokimia, kimia analitik, kimia fisik dan teknik kimia juga. Kimia hijau mengacu pada siklus hidup sebuah produk, termasuk desain, pengerjaan, penggunaan, dan pembuangannya. Selain itu, rekayasa hijau dapat didefinisikan sebagai tata krama, nilai, dan prinsip yang sadar lingkungan, dikombinasikan dengan ilmu wawasan dan teknologi, semuanya diarahkan pada peningkatan kualitas lingkungan (Marteel-Parrishdan Abraham, 2014).

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Atep Avia. 2021. Kimia Hijau. Modul perkuliahan Kimia dan wawasan lingkungan industri. Universitas Mercubuana.

Choiri ,Adhina.2016 . Pengalipkasikan Prinsip-Prinsip Green Chemistry Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Kimia Sebagai Pendekatan Untuk Pencegahan Pencemaran Akibat Bahan-Bahan Kimia Dalam Kegiatan Praktikum Di Labotarium.J urnal UNNES. Semarang: Universitas Negeri Semarang,Semarang.Dalam https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jcs/article/downloadSuppFile/14585/2460 


https://tirto.id › Pendidikan

12 Prinsip Kimia Hijau

Sidjabat, O. (2008). Pengembangan Teknologi Bersih dan Kimia Hijau dalam Meminimalisasi Limbah Industri.Dalamhttps://scholar.google.co.id/scholarhl=id&as_sdt=0%2C5&q=Pengembangan+Teknologi+Bersih+dan+Kimia+Hijau+dalam+Meminimalisasi+Limbah+Industri+Oleh%3A+Oberlin+Sidjabat&btnG.


Senin, 07 November 2022

Cara mencegah pencemaran air di lingkungan sekitar

 

Cara mencegah mencegah pencemaran air di lingkungan sekitar

 


Disusun oleh : Aryaduta Sulthan Syafiq @X45-Arya

 


Abstrak

Air merupakan kebutuhan utama bagi proses kehidupan di bumi, sehingga tidak

ada kehidupan seandainya tidak ada air di bumi. Namun, air dapat menjadi malapetaka

jika tersedia dalam kondisi yang tidak benar, baik kualitas maupun kuantitas airnya. Air

yang bersih sangat dibutuhkan manusia, baik untuk keperluan sehari-hari, untuk

keperluan industri, untuk kebersihan sanitasi kota, dan sebagainya.Di zaman sekarang, air menjadi masalah yang memerlukan perhatian serius. Untuk mendapatkan air yang baik sesuai dengan standar terntentu sudah cukup sulit

untuk di dapatkan.

Kata kunci : Air, Pencemaran Air, dan Dampak

 

Abstact

Water is the main need for life processes on earth, so it is not

 there is life if there is no water on earth.  However, water can be a disaster

 if it is available in improper conditions, both in quality and quantity of water.  Water

 clean is needed by humans, both for daily needs, for industrial use, for city sanitation, and so on. In today's era, water is a problem that requires serious attention.To get good water according to certain standards is quite difficult to get.  This is because the water has been polluted by various types of waste from various human activities.  This causes water quality

 decreased, as well as the quantity.

Key words: water, water pollution, and impact

 

Pendahuluan

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia.Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Kemanfaatan terbesar danau, sungi, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata.

 

Rumusan Masalah

1. Apa itu pencemaran air?

2. Apa dampak dari pencemaran air untuk kesehatan?

3. Bagaimana cara menanggulanginya?



Tujuan

1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan pencemaran air.

2. Mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran air di sekitar.

3. Mengetahui cara mengatasi pencemaran air.


Pembahasan

1.Pencemaran air

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia.Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Kemanfaatan terbesar danau, sungi, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum,

2.Dampak pencemaran air di lingkungan sekitar

Pencemaran air berdampak luas, misalnya dapat meracuni sumber air minum, meracuni makanan hewan, ketidakseimbangan ekosistem sungai dan danau, pengrusakan hutan akibat hujan asam, dan sebagainya. Di badan air, sungai dan danau, nitrogen dan fosfat (dari kegiatan pertanian) telah menyebabkan pertumbuhan tanaman air yang di luar kendali (eutrofikasi berlebihan). Ledakan pertumbuhan ini menyebabkan oksigen, yang seharusnya digunakan bersama oleh seluruh hewan/tumbuhan air, menjadi berkurang. Ketika tanaman air tersebut mati, dekomposisi mereka menyedot lebih banyak oksigen. Sebagai akibatnya, ikan akan mati, dan aktivitas bakteri menurun.

3. Cara Menanggulangi Pencemaran Air

Salah Mencegah masalah pencemaran air juga bisa dilakukan dengan menerapkan beberapa kebiasaan baik. satunya adalah dengan mengolah serta membuang limbah rumah tangga dengan tepat. Hindari membuang sampah rumah tangga ke sungai atau danau karena hal tersebut bisa mengganggu keberlangsungan ekosistem di lingkungan itu sendiri. Selain itu, kelola sampah dengan baik, misalnya memisahkan sampah organik dan anorganik.



Kesimpulan

Kesimpulannya, pencemaran air merupakan masalah yang sangat serius dan memerlukan kerjasama semua pihak untuk menangani masalah ini supaya kita mendapat sumber air yang bersih dan dapat hidup dalam persekitaran yang tiada pencemaran air.



Daftar Pustaka

Atep Afia Hidayat, Ir. MP 2022 : Pencemaran Udara Dan Pencemaran Air. Modul 10 Kimia Dan Pengetahuan Lingkungan Industri, Diakses Pada 06 November 2022.

Rukandar, Dadan. “Pencemaran Air, pengertian, penyebab dan dampaknya”, https://dlhk.bantenprov.go.id/upload/article-pdf/PENCEMARAN%20AIR%2C%20PENGERTIAN%2C%20PENYEBAB%20DAN%20DAMPAKNYA.pdf

https://dlhk.bantenprov.go.id › ...PDF

pencemaran air pengertian, penyebab dan dampaknya

Senin, 24 Oktober 2022

Struktur kinerja industri dan baja

 

 

 






 

 

Struktur kinerja industry besi dan baja

Oleh: Aryaduta sulthan syafiq

 

 

Abstrak

Keberadaan industri besi dan baja menempati peran vital dalam proses pembangunan dan menjadi

 strategis bagi kemajuan suatu bangsa, karena hampir semua peralatan logam digunakan oleh masyarakat  terbuat dari baja.  Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari struktur dan kinerja serta daya saing perusahaan  Industri besi dan baja nasional Indonesia yang berada di bawah catatan dan tidak sekokoh namanya.  Pelajaran ini  ditempuh dengan cara studi kepustakaan berdasarkan data primer BPS selama lima tahun terakhir  yaitu sejak tahun 2004 sampai awal tahun 2010. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa  menyimpulkan bahwa struktur dan kinerja industri besi dan baja Indonesia masih lemah kontradiktif.  Alasan utama yang dihadapi industri ini adalah ketergantungan impor bahan baku yang tinggi material, terutama pada industri baja kepala.  Rendahnya tingkat konsumsi per kapita yang sebesar 33 kg per kapita tidak dapat dipenuhi oleh tingkat produksi nasional yang selalu di bawah tingkat konsumsi, sehingga lag tersebut harus dipenuhi dengan impor.  Konsekuensi selanjutnya, nasional besi dan industri tidak berdiri sendiri dan berdaya saing rendah, sehingga Masalah konsumsi yang selalu lebih besar dari produksi menjadi semakin tergantung pada

 kondisi pasar besi dan baja dunia.

Abstract

The existence of iron and steel industry occupy vital role in the development process and become

strategically for the progress of a nation, because almost all metal equipment that are used by people

made of steel. This research is aim to study structure and performance also competitive power of

Indonesian national iron and steel industry that is below the note and not as firm as the name. This study endured by the way of literature research based from the primary data of BPS during the last five years that was since years 2004 until the beginning of year 2010. Based on the result of the research it is

concluded that structure and performance of Indonesian iron and steel industry are still weak

contradictive. The main reason that faced by this industry is the high import dependencies of raw

material, especially at head steel industry. The low level of consumption per capita that at 33 kg per

capita cannot be fulfilled by the level of national production that always under the level of the

consumption, with the result that this lag must be fulfilled with import. The next consequence, national

iron and industry are not become standalone and low at competition power, with the result that the

problem of consumption that always be bigger than the production become more dependent at the condition of world iron and steel market.

Pendahuluan

Salah satu indikator kuat dan tidaknya perekonomian suatu negara di dunia pada saat ini dan ke depan dapat dilihat dari kekuatan dan kekokohan dari struktur dan kinerja industri besi dan baja yang dimiliki oleh suatu negara yang bersangkutan. Sebagai salah satu contohnya adalah China, pada awal abad ke-21 saat ini China adalah produsen terbesar industri besi dan baja dunia, sehingga pantas jika kondisi kekuatan dan kemampuan pergerakan perekonomian China pada saat ini dan ke depan tak dapat diragukan. Jika sebelum abad ke-18 raksasa ekonomi dunia ada di negara-negara Eropa, dan abad 20 di Amerika, maka nampaknya China adalah calon raksasa baru yang akan menguasai dunia di abad ke 21 ini. Dalam proses pembangunan, keberadaan industri besi dan baja memegang peranan vital. Karena besi dan baja merupakan material logam yang memegang peranan sangat penting dalam peradaban atau kehidupan manusia.

 

Rumusan masalah

1.       Apa pengertian kimia industri

2.       Apa peranan kimia dalam bidang indusstri besi dan baja?

3.       Apa peran indusstri besi dan baja?

 

Tujuan

1.       Mengerti pengertian kimia indutri.

2.       Mengetahui peran kimia dalam bidang industry dan baja.

3.       Mengetahui peran industri dan baja.

 

Pembahasan

A.      Pengertian kimia industry

Kimia industri adalah cabang ilmu kimia yang menerapkan pengetahuan kimiawi terhadap produksi material dan zat kimia khusus dengan sedikit dampak buruk pada lingkungan.

B.      Peran kimia dalam bidang industry besi dan baja

Biji besi dan baja merupakan material logam yang memegang peranan sangat penting dalam kehidupan manusia di dunia ini, sehingga semakin maju tingkat pembangunan berarti semakin banyak dibutuhkan sumber daya besi dan baja dalam proses pembangunan tersebut. Dengan kata lain, semakin maju pembangunan suatu negara semakin banyak dibutuhkan produk besi dan baja sebagai sumber daya pembangunannya.

Dengan demikian, untuk menjadikan industri baja nasional mampu berperan dalam memajukan dan mensejahterakan bangsa Indonesia, maka diperlukan adanya industri besi dan baja yang lebih mandiri dan kompetitif serta memiliki daya saing yang tangguh. Karena daya saing industri besi baja yang buruk menyebabkan sebuah perekonomian sangat rentan terhadap gejolak eksternal dan mudah didera krisis yang berkepanjangan. Sebaliknya, fundamental perekonomian suatu negara yang baik yang bertumpu pada kemadirian dan kemampuan daya saing industri besi baja, akan lebih mampu segera pulih dari krisis bahkan bangkit kembali untuk menjadi perekonomian yang tangguh dan terhormat. Sebagai contoh, jika konsumsi besi dan baja di suatu negara dapat mencapai 100kg per kapita, maka tingkat pertumbuhan ekonominya bisa mencapai 7% per tahun dengan lebih mudah. Artinya, tingginya pertumbuhan ekonomi tersebut dapat dicapai dengan lebih mudah karena didorong oleh kegiatan investasi dan pembangunan infrastuktur di negara tersebut, di mana komponen besi dan baja berperan menjadi penompang utamanya yang sangat fundamental dan substansioanal dalam proses pembangunan tersebut. Persoalanya adalah apakah Indonesia sudah mencapai tingkat konsumsi besi dan baja sebesar itu? Hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan permasalahan ini telah dilakukan oleh IISI (2005). Hasil riset terakhir dari International Iron and Steet Institute (IISI) atau Institute Besi dan Baja Internasional (IBBI) dan laporan Steel Statistical Yearbook, 2004 and KS analysis menyebutkan bahwa tingkat konsumsi baja nasional Indonesia pada tahun 2004 baru mencapai 24,4 kg per kapita. Pada tahun berikutnya (2005) tingkat konsumsi baja nasional hanya naik tipis menjadi 26,2 kg per kapita. Selanjutnya, pada tahun 2006 tingkat konsumsi besi baja nasional Indonesia hanya sebesar 33 kg per kapita, (lihat tabel-1). Angka tersebut masih jauh di bawah konsumsi negara pesaing terdekat di Asean yakni seperti; Singapura (691 kg per kapita), Malaysia (279 kg per kapita), Thailand (204 kg per Tabel 1. Konsumsi Baja Per Kapita (2006) No. Negara Konsumsi Kg per Kapita 1 Indonesia 32,9 2 Philipina 35,8 3 Vietnam 65,9 4 Thailan 204 5 Malaysia 278,9 6 Singapura 691

C.      Peran industri besi dan baja

Industri besi dan baja merupakan salah satu industri prioritas yang memegang peranan penting. Industri ini merupakan salah satu sektor pemasok bahan baku bagi industri galangan kapal, industri oil dan gas, industri alat berat, otomotif, serta eletronika. Selain itu, industri besi baja merupakan pendukung utama pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Demikian dikatakan Menteri Perindustrian, Saleh Husin, pada acara kunjungan pabrik ke PT Krakatau Steel Tbk di Cilegon, Rabu (26/11). Saat ini, menurut Saleh, industri besi dan baja nasional mengalami kendala seperti ketergantungan bahan baku dan komponen impor yang masih tinggi, belum optimalnya pemanfaatan pasar nasional, dan penerapan dan pengawasan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang belum membaik.

"Kami akan memfasilitasi dan mendorong penguatan iklim usaha yang kondusif khususnya di sektor baja nasional. Hal ini harus dilakukan untuk menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) 2015,"

Dalam rangka peningkatan industri besi dan baja nasional, lanjut Saleh, penguatan nilai tambah dalam negeri melalui hilirisasi industri berbasis sumber daya alam harus dilakukan.

 

Kesimpulan

Masalah masih ketergantungan yang sangat tinggi terhadap bahan baku impor besi-baja dan masalah infrastruktur yang belum memadahi serta masih lemahnya kompetensi sumber daya manusia merupakan kendala utama lemahnya kinerja daya saing dan pertumbuhan industri besi baja dan industri nasional Indonesia lainnya. Sementara itu, mesin-mesin produksi yang sudah tua, terbatasnya pasokan energi gas dan listrik serta terbatasnya kemampuan teknologi untuk mengelola bahan baku lokal yang tidak berkualitas juga merupakan permasalahan yang semakin melemahkan daya saing industri besi baja di Indonesia. Karena itu, diperlukan pembangunan infrastruktur di segala bidang khususnya infrastruktur pendidikan dan jalan dengan asumsi regulasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah harus tetap sejalan baik yang bersifat teknis maupun non teknis.

 

Daftar Pustaka

Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Dasar-dasar Ilmu Kimia (Modul 1). Universitas Mercu Buana.

journal.unnes.ac.id

https://journal.unnes.ac.id Struktur dan Kinerja Industri Besi dan Baja Indonesia

kemenperin.go.id

https://kemenperin.go.id › artikelIndustri Baja Jadi Prioritas - Kemenperin

Jumat, 21 Oktober 2022

Kimia dalam industri

 






Nama:Aryaduta Sulthan Syafiq @X45-Arya

 

ABSTRAK

          Lingkungan sangat penting dalam siklus kehidupan manusia.Di era modern ini, isu lingkungan muncul. dalam teks. Pertanyaan yang diajukan adalah dampak pencemaran lingkungan melalui limbah dan sampah serta upaya pemerintah untuk mencegah pencemaran lingkungan. Masalah-masalah ini muncul dengan perkembangan teknologi tidak mempertimbangkan lingkungan. pencemaran lingkungan memiliki efek pada kesehatan, estetika, kerugian ekonomi dan kerusakan ekosistem alami.

Kata kunci: lingkungan, pencemaran lingkungan, sampah

 

ABSTRACT

Environments are essential in the human cycle of life. In this modern age, environmental issues have emerged. In text. The question asked is the effect of environmental pollution through waste and waste and government efforts to prevent pollution. These issues arise with technological development not taking into account the environment. Environmental pollution has an effect on health, aesthetics, economic damage and natural ecosystems.

Key words: environment, enviromental pollution, garbage

 

PENDAHULUAN

Ilmu kimia adalah ilmu yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari kimia banyak digunakan dalam bidang industri diantaranya pada pembuatan beberapa bahan kimia, pemurnian logam dan penyepuhan. Kimia merupakan ilmu logis yang dipenuhi dengan gagasan dan berbagai aplikasi (Chang, 2005:4). Selain itu, ilmu kimia merupakan ilmu yang berlandaskan eksperimen. Ilmu kimia dalam proses pembelajarannya memerlukan adanya kegiatan praktikum agar mahasiswa dapat mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atas persoalan-persoalan yang dihadapinya (Yunita, 2009:3). Ilmu kimia juga bisa dimanfaatkan dalam bidang industri, salah satunya dalam industri pangan. Dimana, ilmu kimia menjadi alat bantu meningkatkan mutu dan persediaan pangan dan penggunaan. Disamping itu, bisa dimanfaatkan untuk membuat mesin-mesin besar yang membutuhkan logam baik.

 

Rumusan Masalah:

1. Apa itu Industri?

2. Apa itu Kimia Industri?

3. Apa saja pengelompokkan Industri?

 

Tujuan:

1. dapat memahami apa itu industri

2. dapat memahami apa itu kimia industri

3. dapat memahami apa saja pengelompokkan industri

 

PEMBAHASAN

1. Industri adalah bidang yang menggunakan keterampilan, dan ketekunan kerja (bahasa Inggris: industrious) dan penggunaan alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi, dan distribusinya sebagai dasarnya. Maka industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari usaha-usaha mencukupi kebutuhan (ekonomi) yang berhubungan dengan bumi, yaitu sesudah pertanian, perkebunan, dan pertambangan yang berhubungan erat dengan tanah.

 

2. Kimia industri adalah cabang ilmu kimia yang menerapkan pengetahuan kimiawi terhadap produksi material dan zat kimia khusus dengan sedikit dampak buruk pada lingkungan.

 

3. Pengelompokkan industri dibagi menjadi 2 yaitu Industri Primer dan Sekunder

1. Industri Primer

Industri primer mengacu pada penciptaan utilitas dengan mengekstraksi bahan dari sumber daya alam atau pertumbuhan dan perkembangan vegetasi dan hewan melalui proses reproduksi, industri Primer selanjutnya diklasifikasikan sebagai industri ekstraktif dan genetik.

- Industri ekstraktif

 

Ini mengacu pada ekstraksi atau menarik barang dari sumber daya alam seperti tanah, air, udara dll dan penciptaan utilitas di dalamnya. Ini memasok bahan baku ke jenis industri lainnya. Pertambangan, penebangan, berburu, memancing, dll merupakan

- Industri genetik

Hal ini terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan flora dan fauna dengan mengalikan spesies tanaman dan pembiakan hewan tertentu. Pembibitan tanaman, kehutanan, peternakan, peternakan, unggas dll adalah contoh industri genetika.

 

2. Industri Sekunder

Industri ini adalah industri yang memproduksi barang jadi dengan menggunakan bahan dan pasokan yang diambil dari industri primer dikenal sebagai industri sekunder. Industri tersebut mengubah bahan baku dan bahan baku setengah jadi menjadi produk jadi dengan cara mengolah bahan, komponen perakitan, membangun produk bangunan dll seperti contoh industri sedang. Menurut proses yang diterapkan dan sifat produknya, industri ini dibagi menjadi dua jenis berikut.

- Industri manufaktur

Umumnya istilah industri mengacu pada industri manufaktur. Hal ini berkaitan dengan produksi barang dengan menggunakan bahan baku atau bahan baku setengah jadi sebagai masukan dan juga tercipta dari utilitas di dalamnya. Produksi gula dari tebu, produk minyak bumi dari kendaraan produksi minyak mentah dengan merakit berbagai komponen dan lain-lain adalah beberapa contoh industri semacam ini. Sekali lagi dibagi menjadi 5 jenis yaitu :

- Industri analisis Industri

ini berhubungan dengan menganalisis dan memisahkan komponen yang berbeda dari satu bahan. Misalnya, minyak mentah diproses dan dipisahkan menjadi bensin, solar, minyak tanah dll.

- Industri sintetis Industri

ini berkaitan dengan penempatan berbagai bahan baku bersama untuk membuat produk akhir. Sebagai contoh, semen diproduksi dengan mencampur beton, gypsum, batubara dll.

- Industri pengolahan Industri

yang menghasilkan produk akhir dengan menggunakan bahan baku dan bahan baku setengah jadi melalui tahapan produksi yang berbeda dikenal sebagai industri pengolahan. Industri tekstil, pabrik kertas dan gula dll adalah beberapa contoh industri semacam ini.

- Perakitan industri

Ini mengacu pada industri yang merakit berbagai komponen yang sudah diproduksi untuk membuat produk baru. Kendaraan manufaktur, peralatan listrik dll adalah beberapa contoh jenis industri ini.

- Industri konstruksi

Industri ini adalah yang peduli dengan rekayasa, pemasangan dan konstruksi produk bangunan dikenal sebagai industri konstruksi. Mereka menggunakan bahan yang dihasilkan oleh industri lain seperti semen, batang besi, beton, batu bata dll. Ciri khasnya adalah produk industri tersebut pada umumnya tidak dijual di pasar biasa namun dibangun di tempat tertentu dan ditransfer kepemilikannya atau dibangun. sebagai urutan pelanggan di situs / tempat tersebut. Pembangunan jembatan, jalan, bendungan, kanal, bangunan dll adalah contoh industri konstruksi.

KESIMPULAN

Dengan dapat berkaitannya ilmu kimia dengan ilmu bahan, pihak perindustrian dapat menciptakan barang-barang seperti semen, polimer, aluminium, genteng, dan cat. Yang dimana jelas barang-barang tersebut sangat diperlukan manusia dalam menuju kehidupan era modern.  



DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Atep Afia. 2022. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Termodinamika dalam Ilmu Kimia (Modul  7). Universitas Mercu Buana, Jakarta.

Chang. 2005. Ilmu kimia. UINSGD

Yunita. 2009. Mengenal Ilmu Kimia. UINSGD