.

Tampilkan postingan dengan label (@T33-Ibnu). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label (@T33-Ibnu). Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Oktober 2021

Konsep Dasar Ikatan Kimia

 

Oleh : Ibnu Sopyan (@T33 - Ibnu )

 

 


 

Abstrak 

Ikatan kimia merupakan interaksi gaya tarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suau senyawa diatomik atau poliatomik menjadi stabil. Dalam percobaan ini, larutan NaCl direaksikan dengan larutan AgNO3 menghasilkan endapan AgCl dan senyawa baru Na(NO3)2. Sedangkan CaO direaksikan dengan CCl4 menghasilkan larutan keruh dan direaksikan dengan asam nitrat larutan menjadi bening. Tujuan penambahan asam nitrat untuk melarutkan endapan.

 

Kata kunci : endapan, ikatan kimia, reaksi.

 

Abstract 

A chemical bond is the interaction of attractive forces between two atoms or molecules that causes a diatomic or polyatomic compound to become stable. In this experiment, NaCl solution is reacted with AgNO3 solution to produce AgCl precipitate and a new compound Na(NO3)2. While CaO is reacted with CCl4 to produce a cloudy solution and reacted with nitric acid the solution becomes clear. The purpose of adding nitric acid to dissolve the precipitate.

 

Keywords: precipitate, chemical bond, reaction.

 

Pendahuluan

 

         


 

Secara historis, ikatan kimia telah lama dirumuskan dalam hal interaksi antar atom. Secara bertahap diakui bahwa elektron adalah agen aktif dalam membentuk ikatan, tetapi bagaimana mereka bertindak tidak dapat dijelaskan tanpa kuantum mekanika. Molekul stabil yang khas mengandung jumlah elektron yang genap dan diamagnetik (Mulliken, 2011).

 

Rumusan Masalah

1. Apa konsep dasar Ikatan Kimia?

2. Apa saja macam-macam Ikatan Kimia?

 

Tujuan

1. Untuk mengetahui konsep dasar Ikatan Kimia

2. Untuk mengetahui macam-macam Ikatan Kimia

 

 

Pembahasan

Menurut Gilbert Newton Lewis (1875-1946) , Albrecht Kossel (1853-1927), Martin S. Silberberg (2000) ikatan kimia adalah gaya yang mengikat atom-atom dalam molekul atau gabungan ion dalam setiap senyawa. 

Ikatan kimia adalah gaya tarik-menarik antara atom-atom sehingga atom tersebut tetap berada bersama-sama dan terkombinasi dalam senyawaan. Gagasan tentang pembentukan ikatan kimia dikemukakan oleh Lewis dan Langmuri serta Kossel.

Apabila gas mulia bersenyawa dengan unsur lain, tentunya ada suatu keunikan dalam konfigurasi elektronnya yang mencegah persenyawaan dengan unsur lain (Elida 1996).

 

Macam-macam Ikatan Kimia :

1. Ikatan Ion

adalah ikatan yang terbentuk karena adanya gaya tarik menarik secara elektrostatis yang terjadi di antara ion positif dan negatif. Atom yang energi ionisasinya rendah akan mudah membentuk ion positif karena melepaskan elektron.

 

2. Ikatan Logam

adalah ikatan kimia yang memiliki ciri-ciri yaitu bisa menjadi penghantar panas maupun arus listrik, dapat atau mudah ditempa, bersifat ulet, dan juga bisa diulur menjadi kawat. Pembentukan ikatan ion terjadi karena adanya perbedaan energi ionisasi dan afinitas elektron suatu atom.

 

3. Ikatan Kovalen

adalah ikatan kimia yang terjadi karena adanya pemakaian pasangan elektron secara bersama-sama. Namun, jika pasangan elektron yang dipakai bersama itu berasal dari salah satu atom, ikatan ini disebut sebagai ikatan kovalen koordinasi. Sebagai contoh pada molekul hidrogen. Dalam molekul hidrogen terdapat dua atom hidrogen yang saling berikatan membentuk ikatan kovalen.

Kesimpulan

Mengenai kembali dari latar belakang penulisan sampai pada pembahasan mengenai Ikatan Kimia Dan Senyawa Organik dalam kehidupan sehari–hari telah ditunjukkan penulis tentang berbagai kimia organik yang berasal dari senyawa–senyawa yang terdapat di dalam dan juga sintesi dari penelitian laboratorium. Berasal dari sekian banyak senyawa dan gugus–gugus karbon  yang ada memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari–hari tertutama dalam bidang trasportasi, kesehatan juga dalam bidang–bidang lain  yang bersangkutan dengan kebutuhan  hidup manusia.

Daftar Pustaka

 

Hidayat, Atep Afia. 2021. Modul Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri : Ikatan Kimia. Jakarta : Universitas Mercu Buana. Diunduh 28 September 2021.

 

Jackson, Tom. 2009. Reaksi dan Ikatan Kimia. Terjemahan : Didik Hari P. Bandung : Pakar Raya. Dalam iPusnas

 

Kusuma. 2021. Ikatan Kimia. Dalam theinsidemag.com.

https://theinsidemag.com/ikatan-kimia/ ( Diakses pada 04-10-2021 )

 

Setiawan, Samhis. 2021. Pengertian dan Jenis Ikatan Kimia. Dalam gurupendidikan.co.id.

https://www.gurupendidikan.co.id/ikatan-kimia/ ( Diakses pada 04-10-2-21 )

Sulistyani. 2015. Ikatan Kimia dan Struktur Molekul. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam http://staffnew.uny.ac.id/upload/198001032009122001/pendidikan/4-ikatan-kimia-dan-struktur-molekul.pdf 

Senin, 27 September 2021

Konsep Dasar Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur

 Konsep Dasar Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur

Oleh : Ibnu Sopyan ( @T33–Ibnu )


Abstrak

Artikel ini dibuat khusus untuk memberi pemahaman terhadap pembaca agar lebih tahu mengenai Konsep Dasar Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur. Atom adalah partikel terkecil yang menyusun sifat dan karakateristik segala sesuatu yang ada di dunia. Namun partikel penyusun atom secara mandiri tidak bisa memberikan sifat dasar kimia. Atom terdiri dari tiga partikel yaitu proton, elektron, dan neutron.

Kata kunci : atom, sistem periodik, kimia, proton, electron, neutron

Abstract

This article was created specifically to provide readers with an understanding of the Basic Concepts of Atomic Structure and the Periodic System of Elements. Atoms are the smallest particles that make up the properties and characteristics of everything in the world. However, the particles that make up atoms independently cannot provide basic chemical properties. Atoms consist of three particles namely protons, electrons and neutrons.

Keywords: atom, periodic system, chemistry, proton, electron, neutron

Pendahuluan

Istilah atom berasal dari Bahasa Yunani (ἄτομος/átomos, α-τεμνω), yang berarti tidak dapat dipotong ataupun sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Konsep atom sebagai komponen yang tak dapat dibagi-bagi lagi pertama kali diajukan oleh para filsuf India dan Yunani. Pada abad ke-17 dan ke-18, para kimiawan meletakkan dasar-dasar pemikiran ini dengan menunjukkan bahwa zat-zat tertentu tidak dapat dibagi-bagi lebih jauh lagi menggunakan metode-metode kimia. Selama akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, para fisikawan berhasil menemukan struktur dan komponen-komponen subatom di dalam atom, membuktikan bahwa 'atom' tidaklah tak dapat dibagi-bagi lagi. Prinsip-prinsip mekanika kuantum yang digunakan para fisikawan kemudian berhasil memodelkan atom.

Rumusan Masalah

1.      Apa saja konsep dasar Atom?

2.      Apa saja konsep dasar Sistem Periodik Unsur?

Tujuan

1.      Untuk mengetahui konsep dasar Atom

2.      Untuk mengetahui konsep dasar Sistem Periodik Unsur

Pembahasan

Perkembangan Atom menurut beberapa teori :

1.      Teori Atom Dalton

John Dalton (1776-1844) adalah ilmuwan yang pertama mengembangkan model atom pada 1803 hingga 1808.
Hipotesis Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti tolak peluru. Teori atom Dalton didasarkan pada anggapan:
- Semua benda terbuat dari atom

- Atom-atom tidak dapat dibagi maupun dipecah menjadi bagian lain

- Atom-atom tidak dapat dicipta maupun dihancurkan

- Atom-atom dari unsur tertentu adalah indentik satu terhadap lainnya dalam ukuran, massa, dan sifat-sifat yang lain, namun mereka berbeda dari atom-atom dari unsur-unsur yang lain.

2.      Teori Atom Thomson

Pada awal abad ke-20, JJ Thomson menggambarkan atom seperti bola roti dengan taburan kismis. Bola itu padat dan bermuatan positif. Di permukaannya, tersebar elektron yang bermuatan negatif. Thomson membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negatif dalam atom. Ia mematahkan anggapan Demokritos dan Dalton bahwa atom adalah partikel terkecil. Sayangnya, model atom Thomson tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam atom.

3.      Teori Atom Rutherford

Ernest Rutherford, ahli fisika kelahiran Selandia Baru adalah salah satu tokoh yang berjasa dalam pengembangan model atom. Rutherford membuat model atom seperti tata surya. Atom adalah bola berongga yang tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilinginya. Inti atom bermuatan positif. Selain itu, massa atom terpusat apda inti atom.

4.      Teori Atom Bohr

Niels Bohr, ahli fisika dari Denmark adalah ilmuwan pertama yang mengembangkan teori struktur atom pada 1913.
Model atom Bohr menunjukkan bahwa atom terdiri dari beberapa kulit. Kulit ini adalah tempat berpindahnya elektron. Namun model atom Bohr memiliki radius dan orbit. Ini tidak sesuai dengan Prinsip Ketidakpastian Heisenberg yang menyatakan radius tidak bisa ada bersamaan dengan orbit.


5.      Teori Atom Modern

Setelah abad ke-20, pemahaman mengenai atom makin terang benderang. Model atom modern yang kita yakini sekarang, telah disempurnakan oleh Erwin Schrodinger pada 1926. Schrodinger menjelaskan partikel tak hanya gelombang, melainkan gelombang probabilitas. Kulit-kulit elektrin bukan kedudukan yang pastu dari suatu elektron, namun hanya suatu probabilitas atau kebolehjadian saja. Sebelumnya, Werner Heisenberg juga mengembangkan teori mekanika kuantum dengan prinsip ketidakpastian.

Sistem Periodik Unsur merupakan susunan unsur-unsur kimia berdasarkan urutan nomor atom dan kemiripan sifat unsur-unsur tersebut. Sistem periodik terdiri atas 18 kolom vertikal yang terbagi menjadi 8 golongan utama (golongan A) dan 8 golongan transisi (golongan B). 

Kesimpulan

Dalton mengungkapkan bahwa semua unsur tersusun atas bagian yang tidak dapt dibagi lagi dan disebut atom. Menurut Thompson atom merupakan bola bermuatan positif yang dipermukaannya tersebar elektron. Rutherford mengungkapkan atom tersusun atas inti atom dan elektron yang mengelilingi. Adapun Bohr mengungkapkan bahwa eektron mengelilingi inti pada lintasan tertentu. Sedangkan Pada teori mekanika kuantum dipelajari tentang kebolehjadian ditemukannya elektron.

Daftar Pustaka

Hidayat, Atep Afia. 2021. Struktur Atom dan Sistem Periodik Unsur. Dalam Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Jakarta: Universitas Mercu Buana. ( Diunduh 2021-09-27 )

Ismunandar. 2013. Kimia Dasar I : Struktur Atom Dalam. Bandung: ITB. ( Diunduh 2021-09-27 )

Wardhani, Vinna. 2020. Sistem Periodik Unsur Beserta 6 Sisatnya. Dalam https://www.merdeka.com/jatim/sistem-periodik-unsur-beserta-6-sifatnya-kln.html ( Diakses pada 2021-09-27 )