.

Tampilkan postingan dengan label @N02-DYMAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @N02-DYMAS. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Desember 2019

WUJUD GAS


Oleh :KELOMPOK @N01-(@N01-RAMA)
(@N02-DYMAS)
(@N03-YOGA)

Abstrak
Selain ikatan yang mempertahankan atom-atom tetap bersenyawa,masih ada gaya-gaya yang menyebabkan molekul-molekul dapat bergabung satu sama lain membentuk materi yang dapat kita lihat sehari-hari.
            Kekuatan Gaya-gaya ini menyebabkan perbadaan sifat fisik materi, sehingga dikenal materi yang berwujud padat,gas,dan cair . Makin kuat gaya antarmolekul , materi cenderung membentuk padatan. Sebaliknya makin lemah gaya antarmolekul,materi cenderung berwujud cair,bahkan berwujud gas.
    II.          Pembahasan
A.     Perubahan Tatanan Materi
·       berdasarkan fungsi dan strukturnya, perubahan meteri dikelompokan menjadi perubahan fisika dan perubahan kimia
perubahan fisika adalah perubahan materi yang tidak membentuk zat
 yang baru
·       perubahan kimia adalah suatu materi yang mengalami perubahan dan memmbentuk suatu zat yang baru
·       perubahan kimia juga dapat disebut juga reaksi kimia
·       pada umumnya materi yang mengalami perubahan fisika dapat dikembalikan ke keadaan meteri semula dan perubahan kimia kebalikannya
beberapa reaksi kimia antara lain:
1.     reaksi yang menghasilkan gas
2.     reaksi yang menghasilkan endapan
3.     reaksi yang menghasilkan perubahan warna
4.     reaksi yang menghailkan perubahan suhu
B.     Tatanan Materi wujud Gas
    Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruangan. Ada tiga macam wujud zat, yaitu zat padat, cair, dan gas. Sifat zat padat memiliki bentuk dan volumenya tetap, tidak tergantung pada tempatnya. Sifat zat cair adalah volumenya tetap, tetapi bentuk berubah sesuai dengan tempatnya. Sifat gas adalah bentuk dan volumenya berubah sesuai dengan tempatnya. Sifat-sifat pertikel zat tersebut adalah sebagai berikut.
1.      Sifat partikel zat padat
1.      Bentuk dan volumenya tetap, tidak bergantung pada tempatnya.
2.      Susunan partikelnya teratur.
3.      Jarak antarpartikel berdekatan.
4.      Gaya tarik antarpartikel sangat kuat.
5.      Gerak partikel tidak bebas.
2.      Sifat partikel zat cair
1.      Bentuknya berubah sesuai dengan tempatnya, tetapi volumenya tetap.
2.      Susunan partikelnya tidak teratur.
3.      Jarak antarpartikel agak berjauhan.
4.      Gaya tarik antarpartikel lemah.
5.      Gerak partikel bebas, tetapi masih dalam ikatan kelompoknya.
3.      Sifat Partikel Gas
1.      Bentuk dan volumenya berubah sesuai tempatnya.
2.      Susunan partikelnya sangat tidak teratur.
3.      Jarak antarpartikel sangat berjauhan.
4.      Gaya tarik antarpartikel sangat lemah.
5.      Gerak partikel sangat bebas.


C.     Tatanan Materi Wujud Cair
1.Struktur dan sifat zat cair
            Dalam cairan ,terdapat derajat keteraturan seperti pada struktur padatan tetapi terbatas , artinya rentang keteratutannya tidak lebar , hanya bebeerapa jarak antaratom atau molekul.
a.Sifat zat cair
            Molekul-molekul cairan yang berada di permukaan cenderung untuk meninggalkan cairan berbentuk uap. Tekanan up adalah kesetimbangan tekanan parsial uap di atas cairan yang dipengaruhi oleh suhu.Titik didih adalah suhu dimana tekanan uap sama dengan tekanan yang diterapkan terhadap cairan. Kedua aspek tersebut adalah sifat-sifat penting cairan. Dua sifat lain adalah tegangan permukaan dan viskositas (kekentalan). Semua sifat ini bergantung pada gaya antarmolekul dan struktur molekul cairan.
2.Dinamika Cairan
            Gerakan acak yang tetap dari molekul-molekul cairan menyebabkan cairan mengikuti gerak Brownian yang tidak teratur. Partikel-partikel  seperti itu jika diamati dengan mikroskop akan tampak bergerak dan bertumbukan dengan molekul cairan lainnya.
D.    Tatanan Materi Berwujud Padat
Zat Padat
Zat Padat digolongkan ke dalam tiga kategori yaitu kristalin,amorf,dan polikristalin:
-Kristalin memiliki susunan partikel teratur dengan pola berulang (natrium,klorida,tembaga sulfat hidrat,dan Bungan salju)
-Amorf,memiliki susunan partikel yang toidak berpola atau acak sehingga tidak mempunyai bentuk yang teratur (kaca dan serat plastic)
-Polikristalin adalah agregat dari sejumlah besar Kristal-kristal kecil membentuk struktur secara teratur (garam)
Tabel Sifat Zat

Struktur dan Jenis Padatan
-Padatan Kovalen
            Padatan ini tersusunatas atom-atom dengan ikatan kovalen baik untuk kovalen polar (titik lebur tinggi ),maupun ikatan nonpolar (titik lebur lebih rendah)
-Padatan Ionis
            Padatan ini tersusun atas ion positif dan ion negatif. Pada padatan ini terdapat gaya elektrostatik,ikatannya sangat kuat sehingga padatan ini memiliki titik lebur tinggi.
-Padatan Molekuler
            Tersusun atas molekul-molekul dengan ikatan Van Der Waals. Ikatan ini sangat lemah sehingga untuk memutuskan ikatannya hanya perlu energy kecil,dengan demikian memiliki titik leburnya rendah.
-Padatan Logam
            Tersusun atas logam-logam sangat rapat,dapat berbentuk kubus,trigonal dll.Merupakan Konduktor yang baik.Daya konduktor merupakan mobilitas ion.


  III.          Daftar Pustaka
Sunarya, Yayan. 2010. Kimia Dasar 1. Bandung: Yrama Widya

S, Syukri. 1999. Kimia Dasar 1. Bandung: Penerbit ITB

H. Petrucci, Ralph. 1987. Kimia Dasar. Bogor: PT. Gelora Aksara Pratama


Senin, 25 November 2019

STRUKTUR MOLEKUL DAN IKATAN VALENSIA



OLEH : (@N01-RAMA)
(@N02-DYMAS)
(@N03-YOGA)

Pendahuluan.
Dalam ikatan kimia berkembang teori ikatan yaitu teori ikatan valensi atau Valence Bond Theori (VBT), teori orbital molekul atau Molecular Orbital Theory (MOT) dan teori medan kristal atau Crystal Field Theory (CFT). Teori ikatan valensi merupakan yang paling luas digunakan karena lebih mudah diaplikasikan pada berbagai senyawa. Sementara MOT sering direpotkan oleh persamaan-persamaan gelombang dan simbul-simbul simetri orbital. Demikian juga CFT hanya lazim digunakan untuk menjelaskan ikatan dalam senyawa koordinasi. Teori ikatan ini akan diperkenalkan dan pokok bahasan ini dimulai dengan VBT.
II.                Pembahasan
2.1  Teori Ikatan Modern
Dua metode pendekatan untuk menjelaskan ikatan antar atom :
1.      Metode Ikatan Valensi : Ikatan berbentuk karena adanya overlaping orbital atom
2.      Metode Orbital Molekul : Bila atom-atom membentuk molekul/senyawa, orbital-orbitalnya bergabung dan membentuk orbital baru (Orbital Molekul)
2.2  Teori Ikatan Valensi
Valence bond theory (VBT) adalah pendekatan kuantum mekanik terlokalisasi untuk menjelaskan ikatan dalam molekul. VBT memberikan perhitungan matematis bagi penggambaran Lewis dari pasangan elektron membentuk ikatan antara atom-atom. VBT menyatakan bahwa elektron menempati orbital yang diarahkan terlokalisasi pada atom tertentu. Arah dari orbital ditentukan oleh geometri di sekitar atom tertentu. Arah dari orbital ditentukan oleh geometri disekitar atom yang diperoleh dari perkiraan dengan teori VSEPR. Pada VBT, ikatan akan terbentuk bila terjadi tumpangsuh (overlap) dari orbital yang cocok dari dua atom, dan orbital orbital tersebut ditempati oleh 2 elektron secara maksimum.
2.3  Metode Ikatan Valensi
Menurut teori ini, ikatan H-H terbentuk darri overlaping (tumpangsuh) orbital 1s dari masing-masing atom.


2.4  Hibridisasi
Problem dalam menghitung geometri sebenarnya dan arah dari orbital diatasi dengan menggunakan konsep hibridisasi orbital. Orbital hibridisasi adalah campuran dari orbital atom dan dihitung secara matematika sebagai kombinasi linier dari orbital atom s, p, dan d yang tepat.


III.             Kesimpulan
Teori ikatan valensi merupakan yang paling luas digunakan karena lebih mudah diaplikasikan pada berbagai senyawa. Sementara MOT sering direpotkan oleh persamaan-persamaan gelombang dan simbul-simbul simetri orbital
IV.             Daftar Pustaka

Kimia Hijau


Abstrak
Kimia hijau, juga disebut kimia berkelanjutan, adalah filsafat penelitian dan rekayasa/teknik kimia yang menganjurkan desain produk dan proses yang meminimasi penggunaan dan penciptaan senyawa-senyawa berbahaya  Sementara kimia lingkungan adalah cabang kimia yang membahas lingkungan hidup dan zat-zat kimia di alam, kimia hijau justru berupaya mencari cara untuk mengurangi dan mencegah pencemaran pada sumbernya. Pada tahun 1990 Pollution Prevention Act (Undang-Undang Pencegahan Pencemaran) telah disahkan di Amerika Serikat. Undang-undang ini membantu menciptakan modus operandi untuk berurusan dengan pencemaran secara inovatif dan asli. Undang-undang ini bertujuan untuk mencegah masalah sebelum mereka terjadi.
Kata Kunci: Kimia Hijau
Pengertian
Kimia hijau adalah suatu pendekatan terhadap perancangan, proses pembuatan, dan pemanfaatan produk-produk kimia sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi atau menghilangkan bahaya dampak buruk zat kimia terhadap lingkungan termasuk manusia. Tujuan utama pendekatan kimia hijau adalah untuk menciptakan zat-zat kimia yang lebih baik dan aman dan secara bersamaan dapat memilih cara-cara yang paling aman dan efisien untuk mensintesa zat-zat tersebut dan mengurangi sampah kimia yang dihasilkan.
Penerapan Kimia Hijau
Para ahli kimia dapat mengakses berbagai sumber informasi mengenai potensi bahaya molekul zat kimia yang akan dirancang dan zat pendukung yang akan dipilih. Saat ini para ahli kimia hijau sudah terlatih untuk mengintegrasikan berbagai informasi tersebut untuk merancang molekul dengan menghindari atau mengurangi sifat racun/toksik dari molekul tersebut. Sebagai contoh, mereka mungkin merancang molekul yang cukup besar ukurannya sehingga tidak dapat menembus jauh ke dalam paru-paru manusia atau hewan, yaitu tempat efek toksik dapat terjadi. Cara lain adalah mengubah sifat-sifat suatu molekul untuk mencegah absorpsi oleh kulit atau untuk memastikan molekul tersebut akan mudah terurai di lingkungan.
12 Prinsip Kimia Hijau
  1. Mencegah timbulnya limbah dalam proses
Lebih baik mencegah daripada menanggulangi atau membersihkan limbah yang timbul setelah proses sintesis, karena biaya untuk menanggulangi limbah sangat besar.
  1. Mendesain produk bahan kimia yang aman
Pengetahuan mengenai struktur kimia memungkinkan seorang kimiawan untuk mengkarakterisasi toksisitas dari suatu molekul serta mampu mendesain bahan kimia yang aman. Target utamanya adalah mencari nilai optimum agar produk bahan kimia memiliki kemampuan dan fungsi yang baik akan tetapi juga aman (toksisitas rendah). Caranya adalah dengan mengganti gugus fungsi atau dengan cara menurunkan nilai bioavailability. 
  1. Mendesain proses sintesis yang aman
Metode sintesis yang digunakan harus didesain dengan menggunakan dan menghasilkan bahan kimia yang tidak beracun terhadap manusia dan lingkungan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan dua cara yaitu meminimalkan paparan atau meminimalkan bahaya terhadap orang yang menggunakan bahan kimia tersebut.
  1. Menggunakan bahan baku yang dapat terbarukan
Penggunaan bahan baku yang dapat diperbarui lebih disarankan daripada menggunakan bahan baku yang tak terbarukan didasarkan pada alasan ekonomi. Bahan baku terbarukan biasanya berasal dari produk pertanian atau hasil alam, sedangkan bahan baku tak terbarukan berasal dari bahan bakar fosil seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, dan bahan tambang lainnya.
  1. Menggunakan katalis
Penggunaan katalis memberikan selektifitas yang lebih baik, rendemen hasil yang meningkat, serta mampu mengurangi produk samping.Peran katalis sangat penting karena diperlukan untuk mengkonversi menjadi produk yang diinginkan.Dari sisi green chemistry penggunaan katalis berperan pada peningkatan selektifitas, mampu mengurangi penggunaan reagen, dan mampu meminimalkan penggunaan energi dalam suatu reaksi.
  1. Menghindari derivatisasi dan modifikasi sementara dalam reaksi kimia
Derivatisasi yang tidak diperlukan seperti penggunaan gugus pelindung, proteksi/deproteksi, dan modifikasi sementara pada proses fisika ataupun kimia harus diminimalkan atau sebisa mungkin dihindari karena pada setiap tahapan derivatisasi memerlukan tambahan reagen yang nantinya memperbanyak limbah.
  1. Memaksimalkan atom ekonomi
Metode sintesis yang digunakan harus didesain untuk meningkatkan proporsi produk yang diinginkan dibandingkan dengan bahan dasar.Konsep atom ekonomi ini mengevaluasi sistem terdahulu yang hanya melihat rendemen hasil sebagai parameter untuk menentukan suatu reaksi efektif dan efisiens tanpa melihat seberapa besar limbah yang dihasilkan dari reaksi tersebut.Atom ekonomi disini digunakan untuk menilai proporsi produk yang dihasilkan dibandingkan dengan reaktan yang digunakan.Jika semua reaktan dapat dikonversi sepenuhnya menjadi produk, dapat dikatakan bahwa reaksi tersebut memiliki nilai atom ekonomi 100%. Berikut adalah persamaan untuk menghitung nilai atom ekonomi :
Atom ekonomi (%) = x100%
  1. Menggunakan pelarut yang aman
Penggunaan bahan kimia seperti pelarut, ekstraktan, atau bahan kimia tambahan yang lain harus dihindari penggunaannya. Apabila terpaksa harus digunakan, maka harus seminimal mungkin. Penggunaan pelarut memang sangat penting dalam proses sintesis, misalkan pada proses reaksi, rekristalisasi, sebagai fasa gerak pada kromatografi, dan lain-lain. Penggunaan yang berlebih akan mengakibatkan polusi yang akan mencemari lingkungan. Alternatif lain adalah dengan menggunakan beberapa tipe pelarut yang lebih ramah lingkungan seperti ionic liquids, flourous phase chemistry, supercritical carbon dioxide, dan“biosolvents”.Selain itu ada beberapa metode sintesis baru yang lebih aman seperti reaksi tanpa menggunakan pelarut ataupun reaksi dalam media air.
  1. Meningkatkan efisiensi energi dalam reaksi
Energi yang digunakan dalam suatu proses kimia harus mempertimbangkan efek terhadap lingkungan dan aspek ekonomi. Jika dimungkinkan reaksi kimia dilakukan dalam suhu ruang dan menggunakan tekanan.Penggunaan energi alternatif dan efisien dalam sintesis dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode baru diantaranya adalah dengan menggunakan radiasai gelombang mikro (microwave), ultrasonik dan fotokimia.
  1. Mendesain bahan kimia yang mudah terdegradasi
Bahan kimia harus didesain dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, oleh karena itu suatu bahan kimia harus mudah terdegradasi dan tidak terakumulasi di lingkungan.Seperti sintesis biodegradable plastik, bioderadable polimer, serta bahan kimia lainya.
  1. Penggunaan metode analisis secara langsung untuk mengurangi polusi
Metode analisis yang dilakukan secara real-time dapat mengurangi pembentukan produk samping yang tidak diinginkan.Ruang lingkup ini berfokus pada pengembangan metode dan teknologi analisis yang dapat mengurangi penggunaan bahan kimia yang berbahaya dalam prosesnya.
  1. Meminimalisasi potensi kecelakaan
Bahan kimia yang digunakan dalam reaksi kimia harus dipilih sedemikian rupa sehingga potensi kecelakaan yang dapat mengakibatkan masuknya bahan kimia ke lingkungan, ledakan dan api dapat dihindari.
Daftar Pustaka
1.     Muslih Anwar, 2014, Kimia Hijau / Green Chemistry. http://bptba.lipi.go.id/bptba3.1/?u=blog-single&p=343&lang=id.
2.     Amrysyaawalz, 2016, Kimia Hijau (Green Chemistry). https://amrysyaawalz.wordpress.com/2016/04/09/kimia-hijau-green-chemistry/.
3.     Anwar, Muslih. 2015. Kimia Hijau. http://bptba.lipi.go.id/bptba3.1/?lang=id&u=blog-single&p=343 diakses tanggal 3 Desember.
4.     Mustafa, Dina. . Peranan Kimia Hijau dalam Mendukung Tercapainya Kota
5.     Cerdas Suatu Tinjauan Pustaka. http://repository.ut.ac.id/7076/1/UTFMIPA2017-07-dina.pdf diunduh tanggal 3 Desember.