.

Selasa, 13 Oktober 2020

 

KIMIA TERAPAN PADA PROSES INDUSTRI

 DAN KONSUMSI MASYARAKAT

 

Disusun Oleh:

ABIEL WIRA PRAMANA

Kode Peserta:

@S09-Abiel

 

ABSTRAK

            Kimia terapan tidak dapat kita pisahkan dari dunia industry masa kini yang sudah sangat kompleks dalam sistemnya untuk menciptakan output atau hasil produksi. Bahkan dari penerapannya, kimia pada industri dapat mengubah konsumsi masyarakat. Artikel ilmiah ini bertujuan untuk mengamati dan mengetahui alasan mengapa kimia terapan yang digunakan pada sistem industri dapat membantu proses produksi dan mengubah konsumsi masyarakat. Proses penelitian dilakukan dengan mengamati suatu sistem produksi industri yang menggunakan kimia terapan dan melihat perubahan konsumsi masyarakat berdasarkan hasil output yang yang di produksi.

            Kata kunci: kimia terapan, inudustri, konsumsi

 

 

PENDAHULUAN

            Penerapan Kimia pada suatu proses produksi merupakan faktor yang sangat penting untuk dapat mengubah bahan baku menjadi produk yang diinginkan dan dapat kita gunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Hal ini sangat berguna dan juga membawa perubahan yang maksimal dalam menunjang suatu industri. Sangat penting bagi kita untuk memahami pentingnya penerapan kimia dalam proses produksi yang telah mempengaruhi semua aspek kehidupan kita seperti Makanan, Pertanian, Dekorasi, Lingkungan, industri, hingga kepada suatu hal seperti konsumsi masyarakat pada umumnya.

Penerapan ilmu Kimia di bidang industri memiliki kaitan untuk mengubah konsumsi masyarakat. Barang-barang konsumsi yang beredar di pasaran sekarang umumnya tidak lepas dari hasil  proses penerapan ilmu kimia pada industri. Sejak zaman dimana manusia masi menggunakan zat-zat alami yang bersifat tradisional untuk bertahan hidup, di zaman sekarang pengaplikasian zat alami dalam kehidupan tersebut sudah mulai terkikis dengan kimia yang diterapkan pada produksi sauatu industri. Hal ini bertujuan agar produksi lebih efektif dan efisien bahkan dapat membentuk suatu alternatif energi terbarukan yang dapat di konsumsi masyarakat.

 

PERMASALAHAN

1. Proses industri yang mengunakan kimia terapan

2. Pengolahan limbah industri sebagai alternatif yang dapat dikonsumsi masyarakat

 

PEMBAHASAN

1. Proses Industri yang Mengunakan Kimia Terapan

 


Proses Pembuatan Gula

Proses pembuatan gula dari bahan baku tebu secara umum dilakukan dengan tahap yaitu penggilingan tebu, pemurnian nira mentah, penguapan nira encer, dan kristalisasi nira kental.


·         Proses Penggilingan Tebu

Setelah tebu dipanen, langkah yangg di lakukan adalah pemerahan tebu di gilingan. Tebu diperah menghasilkan “nira” dan “ampas”. Penambahan air imbibisi harus diperhitungkan agar tidar mengganggu proses penguapan atau pemborosan energi. Penambahan air imbibisi sekitar 15-16% berat tebu yang digiling. Ampas yang dihasilkan pada proses pemerahan ini digunakan untuk berbagai macam keperluan. Diantaranya digunakan sebagai bahan bakar ketel uap, atau sebagai bahan baku untuk pulp dan apabila berlebih bisa digunakan sebagai bahan partikel board, furfural, xylitol dan  produk lain. Nira yang dihasilkan dari penggilingan dapat mencapai 80-90% berat tebu. Nira inilah yang mengandung gula dan akan di proses lebih lanjut di pemurnian.

 

·         Pemurnian Nira Mentah

Setelah tebu diperah dan diperoleh “nira mentah” (raw juice), lalu dimurnikan. Dalam nira mentah mengandung sukrosa, gula invert (glukosa+fruktosa) ; zat bukan gula, terdiri dari atom-atom (Ca,Fe,Mg,Al) yang terikat pada asam-asam, asam organik dan anorganik, zat warna, lilin, dan sebagainya. Pada proses pemurnian zat-zat bukan gula akan dipisahkan dengan zat yang mengandung gula. Pemurnian dimaksudkan untuk memisahkan kotoran-kotoran yang terbawa nira, hingga diperoleh gula yang jernih.

Proses pemurnian ini dapat dilakukan baik secara fisis maupun kimiawi. Secara fisis dengan cara penyaringan sedangkan secara kimia melalui pemanasan, dan pemberian bahan pengendap. Berdasarkan cara penjernihan nira dikenal 3 macam cara penjernihan:

a. Defekasi

Dalam cara ini nira mentah ditambah Ca(OH)2 dalam keadaan dingin sampai suasana larutan nira menjadi alkalis, kemudian dididihkan dan dibiarkan agar kotoran mengendap.

b. Sulfitasi

Bahan additive dalam proses ini adalah Ca(OH)2 dan gas SO2. Ke dalam nira, ditambahkan Ca(OH)2 berlebih yaitu sekitar 1% lebih banyak dari berat kapur yang diperlukan (diperhitungkan).

c. Karbonatasi

Pada pemurnian secara karbonatasi, bahan aditif yang ditambahkan adalah Ca(OH)2 dan gas CO2. Reaksi yang terjadi pada proses ini yaitu:

Ca(OH)2(aq) + CO2(g) CaCO3(S)

 

·         Penguapan Nira Encer

Penguapan dilakukan dalam vakum multiple effect evaporator.Tujuan dari penguapan ini adalah untuk memisahkan air yang terkandung dalam nira encer sehingga didapatkan larutan nira pekat. Produk yang dihasilkan dalam proses penguapan adalah ”nira kental/pekat” . Nira dari bejana diuapkan dengan menggunakan penambahan uap. Uap bekas ini terdapat dalam sisi ruang uap dan nira yang diuapkan terdapat dalam pipa-pipa nira.


·         Kristalisasi Nira Kental

Proses kristalisasi adalah proses pembentukan kristal gula. Sebelum dilakukan kristaliasi dalam pan masak ( crystallizer ) yaitu tempat dimana nira pekat hasil penguapan dipanaskan terus-menerus sampai mencapai kondisi lewat jenuh, sehingga timbul kristal gula. Langkah pertama dari proses kristalisasi adalah menarik masakan (nira pekat) untuk diuapkan sehingga mendekati kondisi jenuhnya. Pada keadaan lewat jenuh maka akan terbentuk suatu pola kristal sukrosa. Titik kristalisasi gula tebu terjadi pada 78-800 Brix. Langkah selanjutnya yaitu memasukkan bibit gula yang berupa kristal-kristal gula halus kedalam pan masak kemudian melakukan proses pembesaran kristal. Pemasukanbibit gula bertujuan agar pembentukan kristal gula bisa berlangsung serempak dan homogen. Setelah diperkirakan proses masak cukup, selanjutnya larutan dialirkan ke palung pendingin(receiver) untuk proses kristalisasi. Di palung pendinginan larutan mulai mendingin dan mulai membentuk butiran butiran Kristal yang kita sebut sebagai gula.

 

2. Pengolahan Limbah Industri Sebagai Alternatif yang Dapat Dikonsumsi Masyarakat

Dari penerapan kimia pada industri kita bisa melihat banyak sumber daya baru yang bisa di ciptakan bahkan dapat membuat suatu sumber daya energy alternatif yang mengubah konsumsi masyarakat yang ketergantungan kepada sumber daya alam yang tidak terbarukan seperti gas alam, minyak bumi, serta batu bara. Hal ini jelas bahwa penerapan kimia pada industri membawa pengaruh yang positif pada kebiasaan konsumsi masyarakat umum. Berikut merupakan salah satu contoh limbah yang berasal dari proses penerapan kimia industry diubah menjadi produk alternatife yang bermanfaat.

 

·         Limbah Bagasse

 (Ampas) Satu diantara energi alternatif yang relatif murah produksinya dan ramah lingkungan adalah pengembangan bioetanol dari limbah-limbah pertanian (biomassa) yang mengandung banyak lignocellulose seperti bagas (limbah padat industri gula). Indonesia memiliki potensi limbah biomassa yang sangat melimpah seperti bagas. Industri gula khususnya di luar jawa menghasilkan bagas yang cukup banyak. Limbah padat pabrik gula (PG) berpotensi besar sebagai sumber bahan organik yang berguna untuk kesuburan tanah. Menurut Budiono (2008), ampas (bagasse) tebu mengandung 52,67% kadar air; 55,89% C-organik; N-total 0,25%; 0,16% P2O5; dan 0,38% K2O. Hasil pengomposan campuran blotong, ampas (bagasse) dan abu ketel diinkubasi dengan bioaktivator mikroba selulolitik selama 1 dan 2 minggu, kemudian diaplikasikan ke lahan tebu. Pemberian kompos 10 ton/ha mampu meningkatkan bobot tebu sebanyak 16,8 ton/ha. Hal ini jelas dapat meningkatkan kuantitas panen.

 

SIMPULAN

Kimia terapan pada industri telah mengubah cara produksi menjadi lebih efisien dan terarah, bahkan kimia terapan dapat membentuk suatu output sumber daya terbarukan yang menjadi alternatif konsumsi masyarakat. Bisa kita lihat berdasar contoh pemaparan proses produksi pabrik gula di atas. Kimia terapan sangat membantu dalam tahapan produksi pabrik gula tersebut. Selain itu, kimia terapan juga berhasil menciptakan produk sumberdaya terbarukan seperti biogas,etanol,dll sebagai alternatif konsumsi masyarakat. Dengan demikian, penerapan kimia pada industri sangat berpengaruh kepada proses industri itu sendiri dan juga berpengaruh terhadap konsumsi masyarakat.

 

DAFTAR PUSTAKA

·         Anonym. 2012. Proses Pembuatan Gula Pasir Dari Tebu.

http://r3870me.wordpress.com/proses-pembuatan-gulapasir-dari-tebu/.

·         Risvank. 2011. Pemurnian Nira Di Pabrik Gula.

http://www.risvank.com/pemurnian-nira-di-pabrikgula/.

·         Anonym. 2009. Penelitian Gula. http://www.ipard.com/

penelitian/penelitian_gula.asp#atas.

·         Mucharomah. 2007. Pemanfaatan Bagasse.

http://ejournal.unud.ac.id/abstrak /mucharomah

%20pra. %20100102007.pdf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.