.

Sabtu, 11 Agustus 2018

Dampak Pemanasan Global pada lingkungan @G24-Hizra @G04


Dampak Pemanasan Global
pada lingkungan
Oleh : hizra fazly *)

Abstrak
seluruh dunia saat ini sedang menghadapi perubahan iklim akibat pemanasan global, tak terkecuali di Indonesia. akibat adanya pemansan global ini membuat bencana semakin meningkat. pemansan global memberikan dampak bagi perubahan cuaca, sehingga membuat musim kemarau menjadi panjang, curah hujan deras tidak menentu sehingga mengakibatkan bencana sangat tinggi. perubahan iklim sangat dirasakan Indonesia pada tahun 2015, akibatnya Wilayah Indonesia dilanda musim kemarau berkepanjangan tanpa hujan sama sekali sehingga berdampak terhadap bencana kekeringan dan kebakaran hutan yang semakin meluas akibat musim kemarau panjang.
Dampak Pemanasan Global sudah tidak bisa disepelekan lagi, Pemanasan global punya pengaruh besar terhadap kesehatan manusia. Mengancam kesehatan manusia, bencana kekeringan dan kekurangan air bersih, dan mengancam sumber-sumber makanan.Bahkan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), antara tahun 2030 – 2050, perubahan iklim diprediksi akan menyebabkan peningkatan angka kematian manusia sebesar 220 ribu jiwa per tahun akibat malnutrisi, kelaparan, diare, dan udara panas.

Pendahuluan
    Pengaruh Pemanasan Global Terhadap Lingkungan adalah makalah yang dibuat dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar bahaya yang mengancam akibat pemanasan global. Dampak dari pemanasan global ini tidak terlepas dari campur tangan manusia. Isu pemanasan global ini telah merebak di kalangan masyarakat sejak kurang lebih 50 tahun yang lalu. Para ilmuwan bahkan berargumentasi bahwa apabila kondisi ini terus berlangsung, maka dapat diprediksi beberapa puluh tahun lagi kita tidak akan mengenal planet bumi sama dengan planet yang kita huni sekarang.
   Pemanasan global atau global warming adalah peristiwa meningkatnyatemperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi. Ternyata peningkatan kadar CO2 dalam udaralah yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. Hal ini diklaim sudah terjadi sejak revolusi industri merebak di Inggris pada abad 18, diawali oleh penemuan mesin uap oleh James Watt. Pada waktu itu pembakaran batu bara sebagai sumber energi mesin uap ternyata juga melepaskan gas CO2yang sangat banyak ke udara. Bahkan sampai saat ini peningkatan kadar CO2 di udara bebas semakin meningkat. Belum lagi kejadian kebakaran hutan yang akhir – akhir ini marak terjadi hampir di seluruh dunia.
Selain itu, meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan berbagi  perubahan seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, perubahan jumlah
dan pola presipitas, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan yang terlihat di setiap tempat di dunia. Di Indonesia sendiri, dampak dari
pemanasan global ini dapat dirasakan oleh masyarakat secara nyata seperti terjadinya bencana banjir di berbagai daerah, kebakaran hutan, merebaknya wabah penyakit menular dan musim yang tidak menentu. Untuk itu manusia didorong untuk memiliki perhatian terhadap hubungan antara meningkatnya bencana alam dan pemanasan global.
Permasalahan 
  Berdasarkan uraian singkat pada latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka beberapa masalah yang dapat penulis rumuskan dan akan dibahas dalam karya tulis ini adalah :
1.      Apakah yang dimaksud dengan pemanasan global ?
2.      Apakah penyebab dari pemanasan global yang terjadi di permukaan bumi ini ?
3.      Apakah pengertian dari lingkungan ?
4.      Bagaimana pengaruh atau dampak pemanasan global terhadap lingkungan ?
5.      Bagaimana cara mengendalikan pemanasan global?

Pembahasan
Dampak Pemanasan Global
            Para ilmuwan menggunakan model komputer dari suhu, pola presipitasi, dan sirkulasi atmosfer untuk mempelajari pemanasan global. Berdasarkan model tersebut, para ilmuwan telah membuat beberapa prakiraan mengenai dampak pemanasan global terhadap cuaca, tinggi permukaan air laut, pantaipertanian, kehidupan hewan liar, dan kesehatan manusia.
1.   Iklim Mulai Tidak Stabil
    Para ilmuwan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Suhu pada musim dingin dan malam hari akan cenderung untuk meningkat.
Daerah hangat akan menjadi lebih lembap karena lebih banyak air yang menguap dari lautan. Para ilmuwan belum begitu yakin apakah kelembapantersebut malah akan meningkatkan atau menurunkan pemanasan yang lebih jauh lagi. Hal ini disebabkan karena uap air merupakan gas rumah kaca, sehingga
keberadaannya akan meningkatkan efek insulasi pada atmosfer. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya Matahari kembali ke angkasa luar, dimana hal ini akan menurunkan proses pemanasan (lihat siklus air). Kelembapan yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata, sekitar 1 persen untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. Curah hujan di seluruh dunia telah meningkat sebesar 1 persen dalam seratus tahun terakhir ini. Badai akan menjadi lebih sering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah. Akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrem.
2.   Peningkatan Permukaan Laut
Ketika atmosfer menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar Greenland, yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 – 25 cm (4 - 10 inchi) selama abad ke-20, dan para ilmuwan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 – 88 cm (4 - 35 inchi) pada abad ke-21.
Perubahan tinggi muka laut akan sangat memengaruhi kehidupan di daerah pantai. Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen daerah Bangladesh, dan banyak pulau-pulau. Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan. Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai.
Bahkan sedikit kenaikan tinggi muka laut akan sangat memengaruhi ekosistem pantai. Kenaikan 50 cm (20 inchi) akan menenggelamkan separuh dari rawa-rawa pantai di Amerika Serikat. Rawa-rawa baru juga akan terbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah dibangun. Kenaikan muka laut ini akan menutupi sebagian besar dari Florida Everglades.
3.   Suhu Global Cenderung Meningkat
Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di beberapa tempat. Bagian Selatan Kanada, sebagai contoh, mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Di lain pihak, lahan pertanian tropis semi kering di beberapa bagian Afrikamungkin tidak dapat tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.
4.  Gangguan Ekologis
Hewan dan tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghindar dari efek pemanasan ini karena sebagian besar lahan telah dikuasai manusia. Dalam pemanasan global, hewan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju kutub mungkin juga akan musnah.
5.  Kesehatan Manusia
Di dunia yang hangat, para ilmuan memprediksi bahwa lebih banyak orang yang terkena penyakit atau meninggal karena stress panas. Wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerah tropis, seperti penyakit yang diakibatkan nyamuk dan hewan pembawa penyakit lainnya, akan semakin meluas karena mereka dapat berpindah ke daerah yang sebelumnya terlalu dingin bagi mereka. Saat ini, 45 persen penduduk dunia tinggal di daerah di mana mereka dapat tergigit oleh nyamuk pembawaparasit malaria, persentase itu akan meningkat menjadi 60 persen jika temperature meningkat. Penyakit-penyakit tropis lainnya juga dapat menyebar seperti malaria, seperti demam denguedemam kuning, danencephalitis. Para ilmuan juga memprediksi meningkatnya insiden alergidan penyakit pernafasan karena udara yang lebih hangat akan memperbanyak polutan, spora mold, dan serbuk sari.
6.  Hilangnya Terumbu Karang
Sebuah laporan tentang terumbu karang dari WWF mengatakan bahwa dalam skenario terburuk, populasi karang akan runtuh pada tahun 2100 karena suhu dan keasaman laut meningkat. “Pemutihan” karang akibat kenaikan suhu laut yang terus-menerus sangat berbahaya bagi ekosistem laut, dan banyak spesies lainnya di lautan bergantung pada terumbu karang untuk kelangsungan hidup mereka. “Meskipun luasnya lautan 71 persen dari permukaan bumi dengan kedalaman rata-rata hampir 4 km , ada indikasi bahwa hal  ini mendekati titik kritis. Bagi terumbu karang, pemanasan dan pengasaman air mengancam hilangnya ekosistem global.
Pengendalian Pemanasan Global
Konsumsi total bahan bakar fosil di dunia meningkat sebesar 1 persen per tahun. Langkah-langkah yang dilakukan atau yang sedang diskusikan saat ini tidak ada yang dapat mencegah pemanasan global pada masa depan. Tantangan yang ada saat ini adalah mengatasi efek yang timbul sambil melakukan langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim pada masa depan.
Pengendalian terhadap pemanasan global dapat dilakukan dengan cara :
1.   Strategi Internasional
 Atmosfer dunia merupakan suatu kesatuan yang tunggal, oleh karena dampaknya dari pemanasan global (jika ini terjadi) akan dirasakan oleh setiap orang, baik oleh mereka yang menyebabkannya maupun yang tidak. Oleh karena itu, semua negara yang menjalankan strategi pembangunannya harus melihat baik secara nasional maupun secara global. Jangan sampai suatu proses justru menyebabkan mereka sendiri menjadi korban utamanya.
2. Tanggung Jawab Global
   Keadaan global yang saling tergantung merupakan suatu kenyataan, namun sering tidak dihargai. Sudah saatnya semua negara sadar untuk memikul tanggung jawab bersama melalui tindakan yang terkoordinasi dan saling berkaitan untuk kesejahteraan bersama. Semua negara bertanggung jawab untuk melakukan usaha global melawan pemanasan global. Untuk itu perlu memikirkan bersama dalam menetapkan strategi pembangunan global yang berkelanjutan.        
3. Meningkatkan Partisipasi Negara – Negara di Dunia
Untuk mengatasi ancaman pemanasan global membutuhkan partisipasi dari semua negara – negara di dunia. Tetapi banyak negara yang belum memilki kesadaran tentang pentingnya mengantisipasi ancaman dari pemanasan global. Hal ini disebabkan beberapa alasan, antara lain : tidak cukupnya informasi, tidak cukupnya komunikasi, terbatasnya sumber daya manusia, kesulitan – kesulitan institusi dan terbatasnya sumberdaya keuangan.
4.  Dukungan Untuk Penelitian
Penelitian mengenai hal – hal yang berkaitan dengan pemanasan global sangat diperlukan dalam membuat ramalan – ramalan yang lebih seksama akan kemungkinan terjadinya perubahan di masing – masing negara. Oleh karena itu, negara – negara yang mampu selayaknya membantu negara berkembang dari segi finansialnya, disamping membantu dalam hal ilmu pengetahuan.
5.  Pembangunan yang Ramah Lingkungan
Negara – negara di dunia sudah saatnya melaksanakan pembangunan yang bersifat ramah lingkungan. Pembangunan ramah lingkungan mempunyai makna bahwa pembangunan yang dilakukan tidak boleh menyakiti lingkungan hidup baik fisik maupun sosial budaya dan harus ramah terhadap peranan ekologinya.            
6.  Rehabilitas Hutan dan Lahan Kritis
Rehabilitas hutan dan lahan kritis harus dilakukan karena jika hutan rusak dan lahan menjadi kritis maka kandungan karbon menurun. Fenomena ini dapat dijadikan potensi untuk dilakukan perdagangan kabon.  Sebuah contoh sederhana dari perdagangan karbon, misalnya hutan hujan tropik di Asia mengandung 135 – 250 ton C/ha.         
7.         Persetujuan Internasional
 Kerjasama internasional diperlukan untuk mensukseskan pengurangan gas-gas rumah kaca. Pada tahun 1992, pada Earth Summit di Rio de JaneiroBrazil, 150 negara berikrar untuk menghadapi masalah gas rumah kaca dan setuju untuk menterjemahkan maksud ini dalam suatu perjanjian yang mengikat. Pada tahun 1997 di Jepang, 160 negara merumuskan persetujuan yang lebih kuat yang dikenal dengan Protokol Kyoto.
 Kesimpulan
  Pemanasan global dapat dimaknai sebagai suatu proses meningkatnya suhu rata – rata atmosfer, laut dan daratan. Terjadinya pemanasan global ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu efek rumah kaca, efek umpan balik, dan variasi matahari.
  Terjadinya pemanasan global ini, sangat berpengaruh terhadap lingkungan. Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanahairenergi suryamineral, serta flora, dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Pengaruh dari pemanasan global terhadap lingkungan diantaranya yaitu iklim mulai tidak stabil, peningkatan peermukaan laut, suhu global cenderung meningkat, gangguan ekologis, kesehatan manusia, dan hilangnya terumbu karang.
  Untuk itu, pengendalian akan pemanasan global sangatlah penting.Cara pengendalian pemanasan global yaitu dengan strategi internasional, tanggung jawab global, meningkatkan partisipasi negara – negara di dunia, dukungan untuk penelitian, pembangunan yang ramah lingkungan, rehabilitas hutan dan lahan kritis, persetujuan internasional, kriteria lingkungan, dan dana proyek.

Daftar pustaka
Wikipedia. 2014. Lingkungan. Http://id.wikipedia.org/wiki/Lingkungan/31  Januari 2014.
Wikipedia. 2014. Pemanasan Global. Http://id.wikipedia.org/wiki/ Pemanasan_global/31Januari 2014.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar