.

Sabtu, 17 Februari 2018

Green Management Untuk Kawasan Industri Hijau

Oleh: Febriansyah (@F26-Febriansyah, @ProyekD08)

ABSTRAK
Pembangunan sektor industri di Indonesia yang telah berjalan sekitar 50 (lima puluh) tahun selain telah memberi dampak positif bagi negara, juga memberikan dampak negatif terhadap permasalahan lingkungan terutama pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah industri serta pemanfaatan sumber daya alam yang tidak efisien. Sebuah perusahaan tidak bisa mengesampingkan keberadaan lingkungan di sekitarnya. Karena itu, dibutuhkan sebuah sistem yang bisa mengatur keberlanjutan perusahaan secara efisien, namun tetap memperhatikan aspek lingkungan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan Green Management System. Green Management System sendiri merupakan seperangkat proses standar dan praktik yang membantu perusahaan untuk meningkatkan keberlanjutannya dengan merencanakan, melakukan, mengevaluasi dan mengatur kebijakan lingkungan.
Kata Kunci: Green Management, Industri Hijau

Pendahuluan
Perusahaan-perusahaan semakin sadar akan pentingnya keberlangsungan jangka panjang usahanya (sustainable). Kelestarian merupakan salah satu aspek penting yang menjadi perhatian pihak manajemen. Di sisi lain beragam tantangan harus dihadapi. Saat ini, tantangan perusahaan bukan hanya persaingan global, tetapi juga tantangan lingkungan alam. Global warming atau pemanasan global, gaungnya telah terdengar sejak beberapa tahun terakhir. Hampir semua orang mulai pimpinan negara sampai anak-anak, lembaga besar sampai organisasi kecilpun gencar menyuarakannya. Bagaimana menyelamatkan lingkungan, adalah tanggung jawab bersama. Fenomena ini menyentuh semua lapisan masyarakat dan institusi, karena menyangkut kehidupan selanjutnya umat manusia dan alam semesta beserta isinya.
Penerapan industri hijau secara bertahap akan dapat membantu meningkatkan efesiensi, keuntungan serta daya saing di pasar global. Pendekatan yang menerapkan prinsip-prinsip efesiensi dan pencegahan pencemaran, di satu sisi akan mampu mengurangi biaya produksi, sementara pada sisi lain kepentingan lingkungan juga terpenuhi. Namun, realitas menunjukkan bahwa dukungan terhadap pelaksanaan industri hijau dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia belum cukup kuat.
Perubahan lingkungan membawa dampak besar pada perilaku masyarakat. Kesadaran masyarakat yang semakin baik, termasuk memahami akan pentingnya kelestarian alam, memberi kesempatan pada perusahaan untuk melaksanakan berbagai kewajibannya Salah satu kewajiban perusahaan adalah melaksanakan tanggung jawab sosial pada lingkungan, yang merupakan salah satu bentuk etika dalam melakukan bisnisnya. Dari sini penulis ingin memaparkan secara sederhana bagaimana peran dunia industri dalam mengurangi dampak pemanasan global melalui Green Management.

Masalah
Bagaimana pengelola kawasan Industri merumuskan dan melaksanakan green management untuk mewujudkan Kawasan Industri Hijau?

Pembahasan
Perusahaan bukan hanya perlu menjawab tantangan persaingan global dengan strategi yang tepat tetapi juga sekaligus menjawab tantangan lingkungan. Lingkungan perusahaan yang terus berubah, masyarakat yang semakin cerdas dan kritis, alam yang juga memerlukan perhatian, menjadikan manajemen perusahaan perlu membuat terobosan program- program yang selain etis juga strategis. Untuk itu perlu diketahui pengertian ”etis” dalam dunia bisnis.
Business Ethics
Tidaklah mudah mendefinisikan etika secara tepat. Secara umum etika adalah cara yang mengatur perilaku orang atau sekelompok orang dalam masyarakat. Etika (ethics) adalah kode yang berisi prinsip-prinsip dan nilai-nilai moral yang mengatur perilaku orang atau kelompok terkait dengan apa yang benar atau salah (Daft, 2007: 201).
Dari definisi di atas dapat dijabarkan bahwa etika berhubungan dengan nilai- nilai internal perusahaan dan membentuk keputusan mengenai tanggung jawab sosial yang berkaitan dengan lingkungan eksternal. Isu etika hadir dalam sebuah situasi ketika tindakan yang dilakukan sebuah organisasi dapat menimbulkan manfaat atau kerugian bagi pihak lain.
Menurut Baron, yang dimaksud dengan etika bisnis adalah aplikasi dari prinsip prinsip etika yang diterapkan sehubungan munculnya masalah-masalah dalam bisnis. "Business ethics is the application of ethics principles to issues that arise in the conduct of business". (Baron, 2003: 684).
Pelaksanaan Green Management dapat dimunculkan karena adanya isu kritis lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian semua pihak termasuk dunia industri. Sering kali pelaksanaannya dapat terhambat, karena manfaat tidak dapat dirasakan secara langsung oleh perusahaan, atau bahkan dirasakan tidak perlu.
Green Management
Salah satu model pendekatan untuk mengevaluasi komitmen suatu perusahaan terhadap tanggung jawab lingkungan adalah Model Nuansa hijau (shades of green). Perusahaan yang menggunakan pendekatan ini dapat dilihat komitmennya dengan berbagai tingkatan kedalaman aktivitas yang dilakukannya.
Konsep Green Management sekarang menjadi perhatian di kalangan akademika. Green Management menunjukkan konstruksi green business, dimana jika diterapkan dalam sebuah perusahaan dapat mencegah efek negatif dalam lingkungan sosial dan lingkungan, namun tetap dapat menguntungkan bagi perusahaan
Seluruh siklus proses manajemen strategis adalah proses untuk mencapai satu pemahaman, komitmen dan dukungan dari semua anggota organisasi (perusahaan), mulai dari tingkat direksi, manajer sampai pada level karyawan terbawah. Dengan pendekatan manajemen strategis, manajer pada semua tingkatan perusahaan berinteraksi dalam tahap perencanaan, perumusan, implementasi dan evaluasi. Manajemen strategik membantu perusahaan merumuskan strategi yang lebih baik melalui pendekatan yang lebih sistematis, logis, dan rasional.
Proses green managemen dimulai dengan membentuk tim perumus yang langsung di bawah komando CEO. Pada tahap awal, tim ini merumuskan isu-isu strategik yang diperkirakan akan mempengaruhi kinerja perusahaan melalui analisa internal dan eksternal. Setelah tahapan ini selesai, kemudian dirumuskan visi dan misi sebagai pedoman dalam menyusun kebijakan, program dan anggaran. Proses penyusunan isu strategik, analisa internal dan eksternal serta perumusan visi misi, dilaksanakan secara berjenjang dan melibatkan semua pihak dari manajemen tingkat atas sampai tingkat yang paling bawah. Dalam tahap pemindaian lingkungan (environment scanning), telah melaksanakan tahapan kegiatan berupa analisis situasi terhadap lingkungan internal dan eksternal agar dapat diketahui kriteria-kriteria dalam menentukan serta melakukan pemetaan terhadap isu-isu strategis dalam internal-eksternal perusahaan sehingga tujuan green industrial estate dapat dicapai secara efektif. Tahap kedua adalah implementasi strategik, di mana manajemen mewujudkan strategi dan kebijakannya melalui pengembangan program, anggaran dan prosedur. Implementasi strategi diperlukan untuk memperinci secara lebih jelas dan tepat bagaimana sesungguhnya pilihan strategi yang telah diambil direalisasikan (Whellen & Hunger, 2012; 20). Komitmen industri hijau menghendaki adanya perubahan dalam pola produksi dan konsumsi, baik pada proses maupun produk yang dihasilkan. Selain itu perlu dilakukan perubahan pola pikir, sikap dan tingkah laku dari semua pihak agar menerapkan aplikasi teknologi ramah lingkungan, manajemen dan prosedur standar operasi sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Green managemen diharapkan mampu mengurangi terjadinya kerusakan dan pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing industri karena selain mengurangi biaya produksi dan biaya pengolahan limbah juga akan memperbaiki efisiensi. Berdasarkan serangkaian penilaian terhadap aspek-aspek Green Managemen, pengelola Kawasan  sudah menjalankan sesuai dengan identifikasi isu strategis. Upaya menjalankan program ini berada di bawah tanggungjawab Divisi Lingkungan. Program Green Industria Estatel tidak hanya diberlakukan untuk kawasan yang secara manajerial di bawah kendali pengelola, namun juga wajib diterapkan oleh tenant yang membangun industrinya di area kawasan.

Kesimpulan
Perusahaan yang mendapatkan pencerahan etika dalam kegiatannya dan melaksanakan sepenuhnya, menyadari bahwa integritas dan kepercayaan merupakan elemen yang penting untuk mempertahankan hubungan bisnis yang sukses. Perusahaan yang etis dalam kegiatan bisnisnya selain dihargai masyarakat secara umum juga akan mempererat jaringan kerja, semakin mendapatkan simpati dari karyawan, pelanggan, pemasok maupun mitranya. Meskipun perusahaan merasa telah melakukan sesuatu yang benar secara etika, tidaklah secara ekonomis selalu menguntungkan dalam jangka pendek, namun disisi lain dapat menumbuhkan keyakinan bahwa uang atau laba bukanlah segalanya dan bahwa pada akhirnya akan memberikan manfaat jangka panjang pada perusahaan. Manfaat jangka panjang dapat diartikan bersifat strategis bagi perusahaan serta mencapai sustainable (kelangsungan hidup jangka panjang).
Green Management dapat menjadi pertimbangan sebagai salah satu program inovasi lingkungan yang selain bersifat strategis juga etis. Pada dasarnya strategi yang baik adalah strategi yang tentunya juga baik secara etika (good strategies are firmly grounded in good ethics). Dengan melakukan Green Management diharapkan perusahaan dapat menuju pada sustainability (strategis), social responsibility (etis dan strategis) dan sekaligus environmental sensitivity (etis).

Daftar Pustaka
Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau. Jakarta: Pantona Media
Alrasyid, M. Harun,. (2016). Environmental Strategic Management Untuk Kawasan Industri Hijau. Indonesian Journal of Environmental Education and Management, Volume 1 Nomor 1 Januari 2016
Triastity, Rahayu,. Green Management sebagai Pelaksanaan Etika Bisnis Upaya Kelangsungan Hidup Perusahaan Jangka Panjang. Jurnal yang diakses melalui https://media.neliti.com/media/publications/23329-ID-green-management-sebagai-pelaksanaan-etika-bisnis-upaya-kelangsungan-hidup-perus.pdf pada tanggal 15 Februari 2018
Presentasi Kementrian Perindustrian Republik Indonesia. (2012). Kebijakan Pengembangan Industri Hijau. Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar